Probolinggo, Lensaupdate.com - Memasuki sekolah dasar (SD) tidak semestinya menjadi pengalaman yang membuat anak merasa takut atau tertekan. Proses perpindahan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke SD perlu dibangun sebagai pengalaman baru yang aman, nyaman dan menyenangkan.
Hal itu menjadi perhatian Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kabupaten Probolinggo melalui workshop transisi PAUD ke SD yang menyenangkan di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan mengusung tema “Membangun Transisi PAUD ke SD yang Aman, Nyaman, Menyenangkan dan Berpihak pada Anak”. Workshop tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman pendidik dan penyelenggara pendidikan mengenai proses transisi yang sesuai dengan kebutuhan serta tahap perkembangan anak.
Sebanyak 28 pengurus DPC PP PAUD Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan tersebut bersama Ketua IGTKI dan IGRA Kabupaten Probolinggo, 24 Ketua DP Ranting PP PAUD, 24 Ketua IGTKI Kecamatan, 24 Ketua IGRA Kecamatan, 48 guru TK serta 24 guru RA.
Ketua panitia Sayu Roby menyampaikan, workshop tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi pendidik serta penyelenggara pendidikan dalam menciptakan transisi PAUD ke SD yang aman, menyenangkan, berkesinambungan dan berpihak pada kebutuhan anak.
“Selain menyamakan persepsi antara pendidik PAUD dan SD, kegiatan tersebut juga mendorong terciptanya pembelajaran yang ramah anak serta memperkuat kolaborasi antara satuan PAUD, SD, orang tua dan pemangku kepentingan Pendidikan,” ungkapnya.
Ketua PP PAUD Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto mengatakan, transisi dari PAUD menuju SD merupakan tahapan penting dalam perjalanan pendidikan anak. Menurutnya, perpindahan tersebut tidak cukup dipahami hanya sebagai perubahan jenjang sekolah.
“Transisi tersebut bukan sekadar perpindahan jenjang pendidikan, tetapi merupakan proses yang harus dipersiapkan dengan baik agar anak dapat memasuki lingkungan sekolah dasar dengan rasa aman, percaya diri, bahagia dan tanpa tekanan,” katanya.
Rita Erik menilai setiap anak memiliki karakter, kemampuan, kebutuhan dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Karena itu, kemampuan anak tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan dalam melihat kesiapan memasuki SD.
“Anak-anak kita memiliki karakter, kemampuan, kebutuhan serta kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kita perlu memastikan bahwa proses memasuki SD tidak menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anak, tetapi justru menjadi pengalaman baru yang menyenangkan dan membangun rasa ingin tahu mereka untuk terus belajar,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pembelajaran pada usia dini perlu melihat perkembangan anak secara utuh. Membaca, menulis dan berhitung bukan satu-satunya kemampuan yang perlu diperhatikan.
“Anak tidak semata-mata dinilai dari kemampuan membaca, menulis dan berhitung, tetapi juga perlu dikembangkan kemampuan sosial, emosional, komunikasi, kemandirian, kreativitas, motorik serta karakter positifnya,” tuturnya.
Menurut Rita Erik, keberhasilan transisi membutuhkan kesinambungan antara PAUD dan SD. Guru PAUD perlu memberikan pengalaman belajar sesuai tahap perkembangan, sementara guru SD diharapkan menciptakan lingkungan yang ramah agar anak dapat beradaptasi secara bertahap.
Peran orang tua juga menjadi bagian penting. Dukungan dan motivasi dinilai lebih dibutuhkan anak dibandingkan tuntutan yang berlebihan.
“Orang tua hendaknya memberikan dukungan dan motivasi kepada anak, bukan memberikan tuntutan yang berlebihan. Mari kita tumbuhkan pada diri anak keyakinan bahwa sekolah adalah tempat yang aman, menyenangkan dan menjadi ruang untuk bertumbuh serta menemukan berbagai pengalaman baru,” tegasnya.
Melalui workshop ini, PP PAUD Kabupaten Probolinggo berharap praktik baik transisi PAUD ke SD dapat diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
“Mari kita bersama-sama mengubah cara pandang bahwa memasuki SD bukanlah sebuah perlombaan, melainkan sebuah proses. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya,” pungkasnya. (mel/fas)
Baca Juga :
