Probolinggo, Lensaupdate.com - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris meminta seluruh jajaran TP PKK memperkuat kinerja menjelang berakhirnya pelaksanaan program kerja 2026.
Memasuki sisa waktu sekitar tiga bulan, Ning Marisa mendorong setiap kelompok kerja (pokja) melakukan evaluasi terhadap program yang telah dijalankan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Arahan tersebut disampaikan Ning Marisa saat memimpin Rapat Pleno TP PKK Kabupaten Probolinggo di Kantor TP PKK Kabupaten Probolinggo, Rabu (9/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ, Sekretaris I TP PKK Rita Erik Ugas Irwanto, jajaran pengurus, anggota TP PKK tingkat kecamatan serta perwakilan OPD.
Dalam rapat pleno, masing-masing Pokja I hingga Pokja V memaparkan rangkaian kegiatan yang telah maupun akan dilaksanakan. Paparan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan program sekaligus menentukan langkah yang perlu diperkuat pada penghujung tahun.
Ning Marisa meminta keterbatasan waktu tidak menjadi alasan bagi kader untuk mengurangi semangat dalam menjalankan tugas. Sebaliknya, sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan untuk memaksimalkan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah kita bisa hadir di sini. Jangan pernah surut semangat kita dalam melaksanakan tugas masing-masing. Setiap pokja harus saling memaksimalkan kinerjanya. Akhir tahun tinggal tiga bulan lagi, jadi mari kita evaluasi program kerja yang sudah kita laksanakan,” ungkapnya.
Menurut Ning Marisa, evaluasi tidak hanya diperlukan untuk mengetahui sejauh mana program telah dilaksanakan. Lebih dari itu, evaluasi harus mampu menunjukkan hasil serta manfaat yang diterima masyarakat.
Karena itu, ia meminta jajaran TP PKK lebih aktif membangun komunikasi dan kerja sama dengan OPD. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai program yang dijalankan dapat saling mendukung dan memiliki jangkauan manfaat yang lebih luas.
“Kita harus jemput bola dalam berkolaborasi dengan OPD. Semoga kita selalu diberikan kesehatan untuk melaksanakan program kerja, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan,” pesannya.
Salah satu program yang menjadi pembahasan dalam rapat pleno adalah penguatan budaya membaca masyarakat. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas memaparkan program wajib baca yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kader TP PKK.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat. Sebelumnya, Dispersip juga telah melibatkan kader TP PKK dalam sosialisasi metode membaca nyaring sebagai salah satu upaya meningkatkan kemampuan dan minat baca.
Selain literasi, Ning Marisa juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program Aku Hatinya PKK di tingkat kecamatan.
Program Aku Hatinya PKK yang merupakan kepanjangan dari Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman tersebut didorong agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Program itu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi keluarga melalui pemanfaatan lingkungan dan tanaman yang tersedia di sekitar rumah.
“Saya minta di setiap kecamatan ada Aku Hatinya PKK. Kita ingin melihat program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, termasuk pemanfaatan tanaman dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Untuk mengetahui sejauh mana program tersebut berjalan, Ning Marisa berencana turun langsung ke sejumlah kecamatan. Kunjungan tersebut akan menjadi kesempatan untuk melihat pelaksanaan program sekaligus mengukur dampak yang telah diberikan kepada masyarakat.
“Saya juga akan berkunjung ke kecamatan untuk melihat program PKK yang sudah dilaksanakan. Saya ingin melihat langsung dampak yang telah diberikan kepada masyarakat. Mari kita jaga kekompakan dan bersama-sama memajukan Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Marisa juga menyampaikan apresiasi atas hasil evaluasi TP PKK Kabupaten Probolinggo di tingkat provinsi. Sejumlah capaian, termasuk dalam hal pendataan dan pelaksanaan program lainnya, mendapatkan apresiasi.
“Alhamdulillah, evaluasi dari provinsi kemarin kita mendapatkan apresiasi. Pendataan dan lain-lain dinilai luar biasa. Ini semua berkat kerja sama kita semua,” ungkapnya.
Menurut Ning Marisa, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran TP PKK. Karena itu, kekompakan, koordinasi dan semangat kolaborasi perlu terus dipertahankan hingga seluruh program kerja 2026 selesai.
Memasuki tiga bulan terakhir tahun 2026, TP PKK Kabupaten Probolinggo kini diarahkan untuk menjaga ritme pelaksanaan program sekaligus memastikan kegiatan yang telah dirancang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Penguatan literasi, pemanfaatan lingkungan melalui Aku Hatinya PKK serta kolaborasi dengan OPD menjadi bagian dari upaya tersebut. Program diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan keluarga dan masyarakat.
Melalui evaluasi dan kunjungan langsung ke wilayah, Ning Marisa ingin memastikan program TP PKK berjalan dari tingkat kabupaten hingga desa secara berkelanjutan. Semangat kebersamaan dan kolaborasi pun menjadi modal penting untuk menuntaskan program kerja hingga akhir tahun.
Sementara Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ menilai dukungan keluarga dan kader PKK menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan membaca.
“Minat baca masyarakat kita masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, kita akan mendukung program kerja Dispersip. Kami mohon ibu-ibu TP PKK dapat mendukung penuh program tersebut,” ungkapnya.
Rapat pleno tersebut sekaligus menjadi momentum bagi TP PKK Kabupaten Probolinggo untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat pelaksanaan program pada sisa waktu 2026, dengan satu tujuan utama, yakni memastikan kerja kader benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. (mel/fas)
Baca Juga :
.jpeg)