Kraksaan, Lensaupdate.com - Tantangan kemanusiaan dan kebencanaan membutuhkan organisasi yang tidak hanya aktif saat terjadi keadaan darurat. PMI Kabupaten Probolinggo didorong memperkuat kapasitas pengurus, staf dan relawan agar semakin siap merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto dalam tasyakuran HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo di Aula Markas PMI Kabupaten Probolinggo di Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Sekda Ugas, penguatan internal menjadi bagian penting agar kiprah PMI dalam kegiatan kepalangmerahan dan kemanusiaan dapat terus berkembang. Ia meminta tiga unsur utama PMI, yakni pengurus, staf dan relawan, memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas.
“Pada kesempatan tasyakuran HUT ke-81 PMI tahun 2026 ini, kita semua patut bersyukur, karena PMI Kabupaten Probolinggo dengan segala keterbatasannya dapat semakin memantapkan kiprahnya dalam kegiatan kepalangmerahan dan kegiatan kemanusiaan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Sekda Ugas menilai berbagai kekurangan yang masih dimiliki PMI perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, penguatan organisasi tidak hanya menyangkut kegiatan di lapangan, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia dan kemandirian organisasi.
“Saya meminta PMI meningkatkan kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan dan sosial serta responsif dalam kegiatan kebencanaan dan kemanusiaan sesuai kapasitas yang dimiliki,” jelasnya.
Ia juga mendorong PMI memperluas jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan. Koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dinilai diperlukan agar dukungan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara lebih terarah.
Selain kemampuan SDM, kemandirian pendanaan juga menjadi perhatian. Sekda Ugas meminta PMI mengembangkan alternatif sumber pembiayaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, Bulan Dana PMI, pengembangan Unit Pelayanan Darah, klinik maupun unit usaha lainnya.
“Di samping hal tersebut, PMI agar terus meningkatkan kemampuan dan kemandiriannya, baik kemampuan SDM-nya maupun kemandirian fiskalnya. Terus mengembangkan alternatif pendanaan melalui program-program CSR, Bulan Dana PMI maupun pengembangan Unit Pelayanan Darah, klinik dan unit usaha lainnya,” terangnya.
Penguatan tersebut dibutuhkan agar PMI memiliki kemampuan yang lebih berkelanjutan dalam menjalankan fungsi kemanusiaannya. Terlebih, peran PMI bersinggungan dengan berbagai situasi yang membutuhkan respons cepat, termasuk kebencanaan.
Sekda Ugas berharap PMI terus menjadi mitra kerja Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menghadapi persoalan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Ia juga mendorong pengembangan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim juga perlu terus dikembangkan.
“PMI agar terus menjadi mitra kerja pemerintah daerah yang tangguh dalam mengatasi persoalan kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” ujarnya.
Sementara Ketua PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho WD mengatakan HUT ke-81 PMI menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi dalam aksi kemanusiaan.
“Peringatan HUT ke-81 PMI ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kepedulian, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan serta memperkuat kolaborasi PMI dengan berbagai pihak dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Tahun ini PMI mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama”. Adi menjelaskan, kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan, sementara kebersamaan menjadi kekuatan untuk menghasilkan dampak yang lebih besar.
“Peduli dimaknai dengan melihat, mendengar dan merasakan kondisi sesama. Bergerak berarti mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata, sedangkan bersama menjadi kekuatan untuk menciptakan dampak yang lebih besar melalui kolaborasi,” jelasnya.
Dalam tasyakuran tersebut, PMI juga memberikan penghargaan kepada enam pendonor yang telah mencapai 100 kali donor darah, yakni Heri Sulistyanto, Suparmo, Herman Permadi, Eddy Sugiono, Erwan Dwi Cahyono dan Bambang Sugito.
PMI juga menyerahkan bantuan pembuatan kamar mandi dan jamban kepada Suro, korban angin puting beliung dari Desa Curahtemu, Kecamatan Kotaanyar.
Selain itu, Kartu Tanda Anggota PMI diserahkan secara simbolis kepada unsur pengurus, staf, KSR, TSR dan PMR. Keputusan Ketua PMI tentang pembentukan Forum Palang Merah Remaja Indonesia (Forpis) juga diserahkan kepada Aprilia selaku Ketua Forpis.
Rangkaian HUT ke-81 PMI Kabupaten Probolinggo sebelumnya diawali dengan mengikuti upacara HUT PMI se-Jawa Timur di Gresik pada 17 September 2026. PMI juga memberikan paket istimewa kepada pendonor yang melakukan donor darah di UDD PMI Kabupaten Probolinggo pada 9–30 September 2026.
Melalui momentum HUT ke-81 tersebut, penguatan organisasi, kapasitas relawan, jejaring dan kemandirian pendanaan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan peran PMI dalam pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
Baca Juga :
