Probolinggo, Lensaupdate.com - Penguatan produk halal menjadi salah satu ruang kolaborasi yang didorong Pemerintah Kota Probolinggo bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sinergi tersebut dinilai dapat mendukung pelaku UMKM sekaligus memperluas manfaat peran MUI di tengah masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam pengukuhan pengurus MUI tingkat kecamatan sekaligus Musyawarah Kerja Pimpinan MUI se-Kota Probolinggo masa khidmah 2026–2031 di Aula MAN 2 Kota Probolinggo, Jalan Soekarno-Hatta Probolinggo, Sabtu (19/9/2026).
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan MUI akan menjadi salah satu mitra penting pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Salah satu bidang yang disebut adalah peningkatan kesejahteraan UMKM melalui penguatan dan fasilitasi produk halal.
“Pemerintah akan terus membangun komunikasi dan melibatkan MUI sebagai salah satu organisasi pendukung dalam proses pembangunan. Salah satunya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan UMKM melalui penguatan dan fasilitasi produk halal,” jelasnya.
Kolaborasi tersebut menempatkan MUI tidak hanya dalam ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga dapat bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat di bidang ekonomi. Bagi pelaku UMKM, penguatan aspek halal menjadi salah satu bagian yang dapat mendukung kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.
Aminuddin menekankan bahwa kerja sama antara pemerintah dan MUI membutuhkan komunikasi serta pembagian peran yang saling melengkapi. Menurutnya, keputusan yang dihasilkan dalam organisasi maupun kerja sama lintas pihak perlu diarahkan pada kepentingan masyarakat.
“Dalam organisasi diperlukan sinergi, kolaborasi dan sikap saling melengkapi untuk menghasilkan keputusan bersama yang mengutamakan kepentingan masyarakat. Dengan bekal keimanan dan komunikasi yang baik, insyaallah kita dapat bersama-sama mewujudkan masyarakat Kota Probolinggo yang tenang, tenteram dan makmur,” tutur Aminuddin.
Aminuddin berharap pengukuhan dan musyawarah kerja tersebut menghasilkan keputusan yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ikut mendukung kemajuan Kota Probolinggo.
Dorongan memperkuat manfaat langsung bagi masyarakat juga disampaikan Ketua Panitia Samsul Arifin. Ia berharap hasil musyawarah kerja tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, tetapi diterjemahkan menjadi kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat.
“Program kerja yang dihasilkan jangan hanya menjadi dokumen organisasi, tetapi benar-benar dapat dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Samsul, keberadaan MUI di tingkat kecamatan memiliki ruang untuk memperkuat khidmah kepada umat sekaligus menjadi mitra pemerintah. Peran tersebut antara lain melalui pemberian pencerahan, memperkuat ukhuwah Islamiah, menjaga kerukunan dan turut memberikan solusi terhadap persoalan kemasyarakatan.
Karena itu, pengukuhan pengurus MUI tingkat kecamatan sekaligus musyawarah kerja menjadi momentum untuk menentukan arah kegiatan selama masa khidmah 2026–2031.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Khidmah Ulama: Bersinergi untuk Mewujudkan Masyarakat Kota Probolinggo yang Religius, Harmonis dan Bermartabat”.
Dengan masa khidmah baru tersebut, pemerintah berharap program yang dirumuskan MUI dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu ruang yang mulai ditekankan adalah kolaborasi dalam mendukung UMKM melalui penguatan produk halal. (mel/fas)
Baca Juga :
