Besuk, Lensaupdate.com - Komite Mata Daerah (Komatda) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar advokasi Desa Sehat Mata di Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Desa Sehat Mata Tahun 2026 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Puskesmas Bago Kecamatan Besuk drg. Kimawaty Any Marsudi bersama jajaran dan unsur terkait. Kehadiran puskesmas menjadi bagian penting dalam memperkuat edukasi serta mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mata.
Program Desa Sehat Mata dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai gangguan penglihatan yang masih dapat ditemukan di lingkungan masyarakat. Di antaranya katarak, glaukoma, gangguan refraksi hingga infeksi mata.
Berbagai gangguan tersebut perlu mendapatkan perhatian karena berpotensi menyebabkan penurunan penglihatan bahkan kebutaan apabila tidak diketahui dan ditangani sejak dini. Karena itu, masyarakat didorong untuk mengenali gejala gangguan mata dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan.
Melalui kegiatan advokasi, Komatda bersama Dinkes Kabupaten Probolinggo mendorong keterlibatan berbagai unsur di tingkat desa. Pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, keluarga, sekolah serta masyarakat diharapkan dapat bersama-sama membangun kepedulian terhadap kesehatan mata.
Kepala Puskesmas Bago drg. Kimawaty Any Marsudi menekankan pentingnya kolaborasi tersebut. Upaya menjaga kesehatan mata akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Menjaga kesehatan mata merupakan tanggung jawab bersama. Puskesmas, pemerintah desa, kader, keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk meningkatkan kesadaran serta membantu menemukan gangguan mata sejak dini,” ujarnya.
Program Desa Sehat Mata tidak hanya berfokus pada penyampaian edukasi. Rangkaian kegiatan juga mencakup skrining kesehatan mata, pelatihan kader melalui pembentukan “Duta Sehat Mata”, rujukan kasus serta fasilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk kasus katarak dan glaukoma.
“Sasaran program mencakup seluruh masyarakat Desa Alasnyiur dengan perhatian khusus kepada warga berusia lebih dari 40 tahun, anak usia sekolah, penderita diabetes melitus serta pekerja yang memiliki faktor risiko terhadap gangguan mata,” jelasnya.
Kader Posyandu, guru, PKK, tokoh agama dan Karang Taruna juga diharapkan ikut berperan sebagai penggerak di tengah masyarakat. Melalui pembentukan Duta Sehat Mata di setiap RT, warga diharapkan lebih mudah memperoleh informasi mengenai faktor risiko dan tanda awal gangguan mata.
“Para kader diharapkan mampu mendorong warga untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan keluhan atau tanda gangguan penglihatan,” terangnya.
Pelaksanaan Program Desa Sehat Mata Tahun 2026 dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan di balai desa, posyandu, sekolah maupun kunjungan dari rumah ke rumah. Sinergi antara Komatda Kabupaten Probolinggo, Dinkes Kabupaten Probolinggo, Puskesmas Bago, pemerintah desa, kader dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sekaligus mempercepat penemuan kasus gangguan mata.
“Dengan demikian, upaya pencegahan gangguan penglihatan dan kebutaan dapat dilakukan sejak dini. Desa Sehat Mata diharapkan tidak sekadar menjadi program kesehatan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif dan berkualitas,” pungkasnya. (ren/zid)
Baca Juga :
