325 Desa di Kabupaten Probolinggo Siap Masuki Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Digital


Kraksaan, Lensaupdate.com – Sebanyak 325 desa di Kabupaten Probolinggo bersiap memasuki era baru tata kelola pemerintahan berbasis digital. Melalui aplikasi SiDesa-SAE, seluruh aktivitas pembinaan dan pengawasan desa akan dilakukan dalam satu sistem terintegrasi yang memungkinkan proses monitoring berlangsung lebih cepat, akurat dan terdokumentasi.

Transformasi tersebut dimulai setelah Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo menuntaskan rangkaian bimbingan teknis (bimtek) penggunaan aplikasi SiDesa-SAE untuk seluruh kecamatan. Pelatihan gelombang keempat yang digelar di Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (23/7/2026), menjadi penanda bahwa seluruh 24 kecamatan kini telah siap mengoperasikan sistem tersebut.

Berbeda dengan pola pengawasan sebelumnya yang masih banyak mengandalkan dokumen manual, SiDesa-SAE dirancang untuk menghimpun berbagai data administrasi desa dalam satu platform digital. Melalui sistem ini, aparatur desa dapat mengunggah dokumen secara langsung, sementara camat memiliki akses untuk memantau perkembangan penyelenggaraan pemerintahan desa di wilayahnya.

Pelatihan terakhir diikuti perwakilan enam kecamatan bersama aparatur desa. Peserta memperoleh pendampingan mulai dari aktivasi akun, penggunaan fitur aplikasi hingga tata cara mengunggah dokumen administrasi. Materi teknis disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid Zainal Arifin agar seluruh pengguna mampu mengoperasikan aplikasi secara optimal.

Selain kemampuan teknis, peserta juga dikenalkan dengan mekanisme pemantauan berbasis data yang diharapkan mampu mempercepat proses evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

Inspektur Pembantu Bidang Perekonomian Inspektorat Kabupaten Probolinggo Taufiqi menjelaskan bahwa SiDesa-SAE merupakan hasil pengembangan yang telah dipersiapkan sejak pertengahan 2024. Program tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui tahapan pembentukan Tim Koordinasi Coaching Klinik hingga penguatan Klinik Kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.

"Pengembangan sistem tersebut bukanlah program yang dibangun dalam waktu singkat. Inovasi itu telah dirancang sejak pertengahan tahun 2024 melalui pembentukan Tim Koordinasi Coaching Klinik sebagai fondasi awal peningkatan kualitas pembinaan desa," katanya.

Menurut Taufiqi, sepanjang 2025 pemerintah daerah juga memperkuat implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan pengendalian keuangan desa sebagai bagian dari persiapan menuju sistem digital yang lebih terintegrasi.

Kini, dengan seluruh kecamatan telah terhubung, aplikasi SiDesa-SAE mulai menjadi instrumen utama pembinaan dan pengawasan pemerintahan desa.

"SiDesa-SAE sangat penting untuk mewujudkan ekosistem pembinaan dan pengawasan pemerintahan desa di Kabupaten Probolinggo. Mulai hari ini seluruh 24 kecamatan telah dapat menggunakan aplikasi ini sebagai instrumen pembinaan dan pengawasan berbasis data digital di wilayah masing-masing," ujarnya.

Keunggulan sistem ini terletak pada kemampuan menyimpan seluruh dokumen administrasi desa secara sistematis sehingga proses evaluasi tidak lagi bergantung pada berkas fisik. Pemerintah daerah juga memiliki basis data yang lebih lengkap untuk mendukung proses pengambilan keputusan.

Implementasi SiDesa-SAE sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan pemerintahan desa sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2020. Dengan data yang tersaji secara digital, proses monitoring diharapkan menjadi lebih efektif dan transparan.

Dalam tahap berikutnya, data dari seluruh 325 desa akan masuk secara bertahap ke dalam sistem. Langkah ini diyakini mampu mempercepat identifikasi berbagai persoalan di tingkat desa sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Inspektorat juga menyiapkan pengembangan lanjutan dengan mengintegrasikan SiDesa-SAE ke platform Mata Prabulinggih. Integrasi tersebut akan memungkinkan pimpinan daerah memperoleh informasi mengenai kondisi penyelenggaraan pemerintahan desa secara real time.

"Harapan kami, SiDesa-SAE dapat segera terkoneksi dengan Mata Prabulinggih sehingga Bapak Bupati Probolinggo bisa memantau perkembangan penyelenggaraan pemerintahan desa secara real time. Dengan sistem yang saling terhubung, proses pembinaan, pengawasan dan pengambilan kebijakan akan semakin efektif serta berbasis data yang akurat," tegasnya.

Digitalisasi pengawasan desa ini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern. Jika implementasinya berjalan optimal, SiDesa-SAE tidak hanya mempercepat administrasi desa, tetapi juga memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan kualitas pelayanan publik di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)