Kasus Pelayanan RSUD Waluyo Jati, Bupati Haris Perintahkan Audit Menyeluruh


Kraksaan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap kasus pelayanan di RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo yang menjadi perhatian masyarakat. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara utuh kronologi kejadian sekaligus memastikan pelayanan dan penerapan SOP berjalan sesuai ketentuan.

Bupati Haris menyampaikan hal itu saat mengunjungi RSUD Waluyo Jati, Senin (14/9/2026), sebagai tindak lanjut atas kasus pelayanan rumah sakit yang menjadi perhatian di media sosial.

Menurutnya, persoalan yang viral tidak boleh langsung disimpulkan hanya berdasarkan informasi yang beredar. Pemerintah perlu melihat fakta dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil tidak keliru.

“Apapun yang viral itu harus kita kaji. Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah memang pelayanan yang lemah, ada persoalan dengan tenaga medis, SOP yang tidak benar atau ada hal-hal lain. Itu yang harus diluruskan,” katanya.

Bupati Haris meminta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat dalam pelayanan saat kejadian, termasuk tenaga medis. Penjelasan tersebut diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

“Saya meminta seluruh pihak memberikan keterangan secara terbuka agar persoalan dapat diketahui secara utuh,” lanjutnya.

Ia juga telah menghubungi keluarga pasien sebelum melakukan kunjungan ke rumah sakit. Informasi dari keluarga akan menjadi bagian yang dibandingkan dengan keterangan dari pihak rumah sakit.

Bupati Haris menilai pemeriksaan harus dilakukan terhadap seluruh rangkaian pelayanan, bukan hanya melihat satu bagian dari kejadian.

Ia meminta kondisi pasien ketika datang, proses penanganan, penerapan SOP hingga perkembangan kondisi pasien setelah mendapatkan pelayanan diperiksa secara menyeluruh.

“Saya ingin memastikan bagaimana pasien datang dalam keadaan seperti apa, kondisinya seperti apa, ditanganinya seperti apa, SOP-nya seperti apa, sampai empat hari kemudian bisa meninggal itu bagaimana ceritanya,” terangnya.

Bagi Bupati Haris, proses tersebut juga penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Menurutnya, penjelasan yang tidak utuh dapat menimbulkan persepsi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kalau ini kemudian tidak dijabarkan dengan jelas di masyarakat, persepsi buruk ini tidak akan meluruskan apa yang sebenarnya terjadi. Kalau rumah sakit sudah kehilangan kepercayaan, membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat itu tidak mudah, sangat tidak mudah,” jelasnya.

Meski meminta audit menyeluruh, Bupati Haris menegaskan belum akan mengambil keputusan sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai. Ia tidak ingin menjatuhkan keputusan berdasarkan informasi yang belum lengkap.

“Saya tidak akan pernah memutuskan apa pun saat ini, karena ini akan fatal. Saya punya tanggung jawab besar. Kalau saya salah memutuskan, kemudian yang tidak bersalah saya putuskan bersalah karena saya ceroboh dalam mengambil keputusan, ini juga akan menjadi persoalan,” tegasnya.

Selain memastikan fakta kasus, Bupati Haris meminta jajaran manajemen RSUD Waluyo Jati menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi pelayanan.

Ia mendorong hasil pemeriksaan nantinya tidak berhenti pada penentuan duduk perkara, tetapi menjadi dasar untuk memperbaiki pelayanan rumah sakit secara menyeluruh.

“Intinya saya ingin evaluasi besar, pelayanan diperbaiki. Teman-teman manajemen dan dokter-dokter itu dijadikan acuan untuk memperbaiki semua,” pintanya.

Menurut Bupati Haris, peningkatan kualitas pelayanan merupakan tanggung jawab utama rumah sakit pemerintah. Karena itu, berbagai keluhan masyarakat perlu menjadi perhatian untuk memastikan pelayanan semakin baik.

“Ke depan pelayanan di rumah sakit ini harus semakin baik. Itu mutlak dilakukan, karena rumah sakit ini tugas utamanya melakukan pelayanan kepada masyarakat, apa pun keadaannya,” pungkasnya.

Audit dan evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kasus pelayanan yang terjadi sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan di RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)

Baca Juga :