RSUD Waluyo Jati Matangkan Akreditasi 2027, Fokus Bangun Budaya Mutu Pelayanan


Kraksaan, Lensaupdate.com - RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo terus memperkuat transformasi layanan kesehatan dengan mempersiapkan diri menghadapi Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2027. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar bimbingan teknis (bimtek) bersama Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) selama dua hari, Senin hingga Selasa (29-30/6/2026) di ruang pertemuan dr. R.I. Wirjono RSUD Waluyo Jati.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi rumah sakit untuk meningkatkan kesiapan seluruh jajaran dalam memenuhi standar akreditasi sekaligus memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasien sebagai fondasi pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Dalam bimtek tersebut, RSUD Waluyo Jati menghadirkan surveior dan narasumber dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dr. Lina Julianty Prijatno. Pendampingan diberikan kepada empat kelompok kerja (Pokja), yakni Pokja Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (AKP), Pokja Pelayanan Pasien (PP), Pokja Pelayanan Asuhan Pasien (PAP) dan Pokja Program Nasional (PAB).

Selama dua hari, peserta memperoleh penguatan mengenai standar akreditasi terbaru, implementasi elemen penilaian, pemenuhan indikator mutu hingga evaluasi terhadap berbagai aspek yang masih perlu disempurnakan pada masing-masing kelompok kerja.

Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar proses penilaian untuk memperoleh predikat tertentu, melainkan bagian dari upaya membangun budaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.

"Rumah sakit yang berkualitas adalah rumah sakit yang memiliki komitmen untuk terus belajar, melakukan evaluasi dan memperbaiki setiap kekurangan demi menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.

Menurut Yessi, setiap tahapan persiapan akreditasi harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat sistem pelayanan sehingga seluruh proses pelayanan kesehatan semakin profesional, efektif dan berorientasi pada keselamatan pasien.

"Akreditasi bukan sekadar proses penilaian, tetapi momentum untuk terus belajar dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Rumah sakit yang baik bukanlah rumah sakit yang tidak pernah memiliki kekurangan, melainkan rumah sakit yang memiliki kemauan untuk terus berbenah demi meningkatkan mutu pelayanan," jelasnya.

Yessi berharap seluruh civitas hospitalia RSUD Waluyo Jati dapat memanfaatkan bimbingan teknis tersebut untuk menyamakan persepsi, memperkuat kerja sama lintas unit serta meningkatkan kesiapan menghadapi survei akreditasi pada tahun 2027.

"Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap seluruh civitas hospitalia semakin siap menghadapi Akreditasi 2027 serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, aman dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya," terangnya.

Ia menambahkan, komitmen terhadap peningkatan mutu pelayanan akan terus menjadi prioritas RSUD Waluyo Jati. Dengan dukungan seluruh tenaga kesehatan dan pegawai, rumah sakit optimistis mampu meraih hasil terbaik pada akreditasi mendatang sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan.

"Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pembenahan sistem pelayanan serta pendampingan dari KARS, RSUD Waluyo Jati menargetkan terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin unggul, adaptif dan berorientasi pada keselamatan pasien sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (nab/zid)