Gerbang Wisata Sukapura Jadi Aset Pemkab Probolinggo, 43 Kios UMKM Sudah Terisi


Kraksaan, Lensaupdate.com - Gerbang Wisata Sukapura (GWS) kini resmi menjadi aset Pemerintah Kabupaten Probolinggo setelah menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) senilai sekitar Rp28 miliar dari pemerintah pusat.

Namun, aset yang berada di jalur menuju kawasan Gunung Bromo tersebut bukan lagi sekadar tempat singgah wisatawan. Pemkab Probolinggo tengah mendorong GWS menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan wisata Bromo.

Penyerahan aset ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Perjanjian Hibah Barang Milik Negara (NPHBMN) antara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur Denny Kumara di Ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (9/9/2026).

Hibah tersebut merupakan bagian dari kegiatan Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS) Tahap IV Kawasan Sukapura.

Bagi Pemkab Probolinggo, penyerahan aset ini membuka peluang untuk mengoptimalkan kawasan yang selama ini telah berkembang menjadi simpul aktivitas wisata dan perdagangan.

GWS kini memiliki sejumlah fasilitas, mulai pasar sayur, pendopo, sentra UMKM, pusat kuliner hingga pusat cinderamata. Fasilitas tersebut membuat kawasan ini memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sekadar rest area.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan potensi tersebut harus terus dievaluasi dan dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kita akan evaluasi terus, terutama pada GWS ini yang sudah lengkap dengan segala infrastruktur pendukungnya. Mulai pasar sayur, pendopo, sentra UMKM, kuliner, pusat cinderamata serta fasilitas lainnya,” ungkapnya.

Menurut Haris, kawasan Sukapura memiliki posisi strategis dalam ekosistem pariwisata Bromo. Karena itu, infrastruktur yang telah dibangun pemerintah pusat perlu diikuti dengan pengelolaan yang produktif.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur atas dukungan melalui kegiatan penataan KSPN Bromo Tengger Semeru ini. Bagi Kabupaten Probolinggo, kawasan Sukapura merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata Bromo,” ujarnya.

Salah satu langkah yang akan didorong Pemkab Probolinggo adalah memperbanyak kegiatan di kawasan tersebut.

“Saya ingin banyak event rakyat diadakan di sana. Kami yakin dengan begitu perekonomian juga bisa berputar di sana,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menambahkan, aktivitas ekonomi di GWS sebenarnya telah mulai berkembang dalam dua tahun terakhir.

Pemkab melakukan pendekatan jemput bola dengan melibatkan pelaku UMKM untuk memanfaatkan kios yang tersedia. Hasilnya, seluruh 43 kios yang ada saat ini telah terisi dan dimanfaatkan pelaku UMKM.

“Hasilnya, seluruh kios yang tersedia sebanyak 43 unit kini telah terisi dan dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM,” terangnya.

Tidak hanya UMKM, aktivitas perdagangan hasil bumi juga mulai menghidupkan kawasan tersebut. Pasar sayur dan hasil bumi beroperasi pada malam hingga dini hari.

Aktivitas tersebut bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang melintas menuju Gunung Bromo, khususnya pada akhir pekan.

Sugeng menjelaskan, GWS kini mulai memiliki peran sebagai sentra perdagangan hasil bumi masyarakat kawasan Bromo sekaligus ruang aktivitas wisata malam.

“Terutama malam Minggu, mulai jam 10 malam sampai dini hari, GWS saat ini juga dimanfaatkan wisatawan untuk transit atau sekadar menghabiskan malam menunggu dini hari menjelang mereka bergerak menuju Bromo,” tandasnya.

Dengan resmi menjadi aset daerah, pengelolaan GWS selanjutnya memiliki ruang yang semakin besar untuk dikembangkan. Pemkab Probolinggo tidak hanya dituntut menjaga aset tersebut, tetapi juga menghidupkan berbagai potensi yang telah tumbuh di dalamnya.

Kehadiran UMKM, perdagangan hasil bumi, kuliner, cinderamata hingga kegiatan masyarakat menjadi modal untuk menjadikan GWS sebagai titik ekonomi baru di jalur wisata Bromo.

Target akhirnya, Gerbang Wisata Sukapura tidak hanya menjadi tempat wisatawan berhenti sebelum melanjutkan perjalanan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya wisata, perdagangan dan aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)

Baca Juga :