Banyuanyar, Lensaupdate.com - Peran laki-laki dalam keluarga tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan ekonomi. Sebanyak 40 calon suami atau calon ayah di Desa Liprak Kulon Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo mendapat pembekalan agar lebih siap terlibat dalam menjaga kesehatan, pengasuhan anak dan kehidupan rumah tangga.
Pembekalan tersebut diberikan melalui Kelas SIJAKA (Siap Jadi Ayah Peduli Kesehatan Keluarga) yang digelar Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Probolinggo bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Probolinggo di ruang pertemuan Sumber Mata Air Olbek Desa Liprak Kulon, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi calon suami dan calon ayah sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Peserta mendapatkan materi yang berkaitan langsung dengan peran laki-laki dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis.
Materi yang diberikan meliputi peran ayah dalam keluarga yang disampaikan Ahmad Hafizi dari Puspaga. Selanjutnya, keterlibatan ayah dalam menangani kesehatan keluarga disampaikan Kepala Puskesmas Banyuanyar Ariska Oktawardani. Sementara materi SIJAKA dalam perspektif Islam disampaikan Fadilaturrah dari Majelis Tabligh ‘Aisyiyah.
Ketua PD ‘Aisyiyah Kabupaten Probolinggo Lasminingsih mengatakan, laki-laki memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis dan berkualitas. Karena itu, tanggung jawab calon suami dan calon ayah tidak cukup hanya berorientasi pada persoalan ekonomi.
“Sebagai calon suami atau calon ayah bukan hanya bertugas mencari kebutuhan ekonomi saja. Namun juga harus mampu memberikan dukungan di dalam keluarganya dalam menjaga kesehatan keluarganya dan terlibat dalam pengasuhan anak serta terlibat berbagai pekerjaan rumah tangganya sesuai dengan nilai-nilai agama,” ujarnya.
Menurut Lasminingsih, masih terdapat pandangan yang menempatkan urusan rumah tangga, kehamilan, persalinan hingga pengasuhan anak sebagai tanggung jawab perempuan. Melalui Kelas SIJAKA, pemahaman tersebut diharapkan dapat diperluas dengan mendorong keterlibatan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan keluarga.
“Edukasi kepada calon suami dan calon ayah diperlukan agar mereka memahami tanggung jawab tersebut sejak sebelum membangun rumah tangga. Di ruang auditorium Olbek ini menjadi ruang belajar bagi calon suami atau calon ayah untuk memenuhi tanggung jawab di dalam keluarga,” terangnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga dan mendorong perubahan praktik yang lebih baik.
Sementara Ketua GOW Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menilai keterlibatan ayah memiliki posisi penting dalam membangun keluarga yang sehat dan berdaya.
Menurutnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga. Selama ini, persoalan kesehatan keluarga dan pengasuhan masih kerap dianggap sebagai tugas ibu.
“Melalui Kelas SIJAKA ini, kita ingin mendorong pergeseran paradigma tersebut. Kita ingin mengukuhkan peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan fisik, mental dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga,” katanya.
Ning Hani juga mengapresiasi kolaborasi antara GOW dan ‘Aisyiyah. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi organisasi perempuan dalam mendorong pembangunan yang inklusif.
“Kita bersatu padu untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif melalui pembangunan yang merangkul semua pihak, memberikan ruang berdaya yang setara dan memastikan tidak ada satu pun anggota keluarga yang terabaikan,” lanjutnya.
Kepala Desa Liprak Kulon Lukman Hakim menambahkan, seorang suami memiliki tanggung jawab dalam berbagai aspek kehidupan setelah membangun keluarga.
“Hubungan keluarga tidak cukup hanya dibangun dengan cinta. Tanggung jawab suami juga mencakup pemenuhan kebutuhan lahir dan batin serta tanggung jawab terhadap kehidupan keluarganya,” ungkapnya.
Melalui Kelas SIJAKA, calon suami dan calon ayah diharapkan memiliki bekal yang lebih baik sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Keterlibatan laki-laki dalam kesehatan, pengasuhan dan kehidupan keluarga diharapkan semakin kuat sehingga keluarga dapat tumbuh sehat, harmonis dan berkualitas. (yud/fas)
Baca Juga :
