Gading, Lensaupdate.com - Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan terus dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan hantaran bagi PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) Desil 3 dan 4 yang digelar di Kecamatan Maron dan Kecamatan Gading.
Program pemberdayaan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang merupakan perempuan kepala keluarga dari kelompok sasaran program peningkatan ekonomi keluarga. Pelatihan dilaksanakan di Kantor Kecamatan Maron pada Selasa (23/6/2026) dan berlanjut di Kantor Kecamatan Gading pada Kamis (25/6/2026). Masing-masing lokasi diikuti oleh 20 peserta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat kapasitas perempuan, khususnya mereka yang menjadi tulang punggung keluarga. Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga dibekali pengetahuan kewirausahaan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur yang berasal dari praktisi usaha hantaran, pelaku UMKM kreatif serta pendamping pemberdayaan perempuan. Mereka diajarkan berbagai teknik pembuatan hantaran yang memiliki nilai jual dan banyak diminati masyarakat.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan usaha hantaran dan prospek pasarnya, jenis-jenis hantaran yang umum digunakan dalam berbagai acara, teknik dasar pembuatan hantaran, praktik pembuatan hantaran dari handuk, pakaian dan perlengkapan lainnya hingga teknik pengemasan serta strategi pemasaran sederhana.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi praktik, mulai dari membentuk berbagai model hantaran hingga mempelajari teknik penataan yang menarik dan bernilai estetika. Hasil karya peserta juga menunjukkan kreativitas yang berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rigustina mengatakan perempuan kepala keluarga merupakan kelompok yang memiliki peran sangat strategis sekaligus menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perempuan kepala keluarga merupakan kelompok perempuan yang memiliki peran ganda. Selain bertanggung jawab mengurus keluarga, mereka juga menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Oleh karena itu diperlukan dukungan dan pemberdayaan yang nyata agar mereka memiliki kemampuan, keterampilan dan kemandirian ekonomi yang lebih baik,” katanya.
Menurut Tina, pelatihan keterampilan menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu perempuan kepala keluarga memperoleh peluang usaha yang dapat dijalankan dari rumah dengan modal yang relatif terjangkau.
Ia menjelaskan usaha pembuatan hantaran memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena kebutuhan masyarakat terhadap jasa tersebut terus meningkat. Tidak hanya untuk acara pernikahan, hantaran juga banyak digunakan dalam acara lamaran, khitanan, syukuran maupun kegiatan keluarga lainnya.
“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan peserta agar dapat menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomis. Dengan kreativitas dan ketekunan, keterampilan membuat hantaran dapat berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan bahkan menjadi usaha mandiri yang berkelanjutan,” jelasnya.
Tina berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan dalam bidang usaha kreatif. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh akan lebih bermanfaat apabila terus diasah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi dan memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan serta keterampilan. Jangan ragu bertanya kepada narasumber dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta,” tegasnya.
Lebih lanjut Tina menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki dampak yang sangat luas. Ketika perempuan memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik, maka kesejahteraan keluarga juga akan meningkat. Anak-anak mendapatkan pengasuhan yang lebih baik dan kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dengan lebih optimal.
“Ketika perempuan berdaya secara ekonomi, maka keluarga akan semakin kuat, anak-anak mendapatkan pengasuhan yang lebih baik dan masyarakat pun menjadi lebih sejahtera. Pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif,” tambahnya.
Menurut Tina, program pelatihan seperti ini juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri perempuan kepala keluarga agar lebih berani memulai usaha dan memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang ada di lingkungan sekitar.
Dengan adanya keterampilan baru, para peserta diharapkan mampu menciptakan produk yang memiliki nilai jual, memperluas jaringan pemasaran dan secara bertahap meningkatkan pendapatan keluarga. Dukungan dari pemerintah daerah melalui pelatihan dan pendampingan diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri.
“Melalui program seperti ini, perempuan kepala keluarga diharapkan semakin mandiri dan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidupnya. Harapan kami keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dan berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.
Pelatihan pembuatan hantaran ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha ekonomi produktif di tingkat keluarga. Dengan keterampilan yang dimiliki, perempuan kepala keluarga diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif dan berdaya saing dalam mendukung kesejahteraan keluarga maupun masyarakat. (ren/zid)
