Krucil, Lensaupdate.com - Sekitar 2.500 scooterist dari berbagai daerah di Indonesia bergerak menuju kawasan Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Kedatangan mereka dalam Argopuro Scooter Holiday (ASH) 2026 tidak hanya menjadi pertemuan komunitas, tetapi juga membuka ruang promosi destinasi wisata dan ekonomi lokal.
ASH 2026 digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Batalyon Yonif TP 836/Brahma Yodha di Bermi Eco Park, Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Sabtu-Minggu (19-20/9/2026).
Peserta datang dari berbagai daerah, bahkan terdapat scooterist yang menempuh perjalanan dari Makassar. Sebelum menuju lokasi utama, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama sejumlah pejabat Forkopimda mengikuti Fun Ride dari kediamannya di Pondok Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, menuju Bermi Eco Park.
Perjalanan menuju kawasan Bermi menjadi bagian dari pengalaman peserta. Jalur menuju dataran tinggi Krucil memiliki karakter tanjakan dan turunan yang berbeda dengan lokasi event Vespa di kawasan dataran rendah.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan kegiatan yang menghadirkan komunitas dari luar daerah dapat menjadi sarana memperkenalkan berbagai potensi Kabupaten Probolinggo.
“Semoga ini menjadi peluang yang sangat baik agar masyarakat luas bisa mengenal Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Menurut Bupati Haris, komunitas Vespa memiliki jaringan yang luas dan hubungan silaturahmi yang kuat. Karena itu, pengalaman peserta selama berada di Probolinggo diharapkan dapat memperluas pengenalan terhadap destinasi daerah.
“Dimana Kabupaten Probolinggo memiliki beragam potensi wisata, mulai dari danau, Gunung Argopuro, Gunung Lemongan, Bromo hingga kawasan pantai,” terangnya.
Kehadiran ribuan peserta juga menjadi perhatian dari sisi ekonomi masyarakat. Panitia menggandeng pelaku UMKM lokal maupun dari daerah lain untuk ikut meramaikan kegiatan.
Bupati Haris mengatakan banyaknya orang yang datang ke sebuah event dapat menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.
“Intinya setiap program seperti ini bagaimana masyarakat tetap bisa hidup, bisa makan dan bisa berjualan. Dengan banyaknya orang, pasti warung-warung juga akan hidup,” katanya.
Selain wisata dan ekonomi, ASH 2026 juga memasukkan kegiatan sosial dan lingkungan dalam rangkaiannya. Peserta mengikuti kegiatan yang di antaranya berupa santunan anak yatim dan penanaman pohon penghijauan berupa bibit ficus serta kelengkeng.
Peserta juga dapat memanfaatkan layanan dynotest yang didatangkan dari Kota Kediri untuk memeriksa kondisi sepeda motor atau Vespa menggunakan metode digital dan komputerisasi.
Ketua Panitia ASH 2026 Rian Novia Sandi mengatakan karakter tersebut memang menjadi salah satu pembeda kegiatan ASH. Namun, kegiatan tidak hanya diarahkan sebagai agenda berkumpulnya komunitas.
“Selain event, pertama wisata. Kita ada lapak untuk informasi wisata, di mana nanti teman-teman tidak hanya satu hari menginap di sini, bisa bermalam lagi, bisa menikmati alam yang ada di sini,” jelasnya.
Informasi wisata menjadi bagian penting karena peserta berasal dari luar Kabupaten Probolinggo. Setelah mengikuti kegiatan utama, mereka memiliki kesempatan untuk mengenal destinasi lain yang berada di wilayah tersebut.
Bagi daerah, pola kunjungan seperti itu memberikan peluang agar peserta tidak hanya berada di satu titik. Lama tinggal peserta dapat berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari warung makan, penginapan hingga pelaku UMKM yang ikut membuka lapak dalam kegiatan.
Rian mengatakan panitia berharap ASH dapat menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Menurutnya, lokasi dataran tinggi menjadi bagian dari karakter kegiatan yang ingin dipertahankan.
“Biasanya kalau di event yang lain itu ada di dataran rendah, kita dataran tinggi. Karakter medan berupa tanjakan dan turunan menjadi salah satu tantangan bagi peserta,” ujarnya.
Karakter medan tersebut membuat aspek keselamatan menjadi perhatian. Panitia berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman hingga kembali ke daerah masing-masing.
Di sisi lain, keberlanjutan ASH diharapkan dapat memperluas jaringan komunitas yang mengenal kawasan Bermi dan destinasi wisata Kabupaten Probolinggo.
“Event ini Insya Allah akan terus berlanjutan. Tiap tahun Insya Allah kita adakan, melihat nanti antusias dari teman-teman skuteris Indonesia,” pungkas Rian.
Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 2.500 orang, ASH 2026 menjadi salah satu ruang pertemuan komunitas yang sekaligus mempertemukan wisata, UMKM, lingkungan dan aktivitas sosial di kawasan Bumi Rengganis. (riz/fas)
Baca Juga :
