Krucil, Lensaupdate.com - Ribuan pelari dari berbagai daerah memadati kawasan Bermi Eco Park Desa Bermi Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/8/2026) untuk mengikuti Argopuro Trail Run 2026. Event lari lintas alam tersebut menjadi momentum memperkenalkan potensi wisata lereng Gunung Argopuro sekaligus memperkuat pengembangan sport tourism di Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang digelar oleh Yonif TP 836/Brahma Yudha itu secara resmi diberangkatkan oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris. Sebelum peserta dilepas menuju lintasan, acara diawali dengan penampilan Tari Glipang khas Krucil dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Mahdi, Komandan Yonif TP 836/Brahma Yudha Letkol Inf. Faisal Riza, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Reno Handoyo serta sejumlah pejabat lainnya.
Para peserta menempuh rute yang dimulai dan berakhir di Bermi Eco Park. Jalur yang melintasi kawasan lereng Gunung Argopuro menawarkan tantangan tersendiri dengan panorama pegunungan, udara sejuk serta bentang alam hijau yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menilai penyelenggaraan Argopuro Trail Run memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar kompetisi olahraga. Kegiatan seperti ini mampu menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat melalui konsep sport tourism.
Baca Juga : Probolinggo SAE Run Highway 2026, Strategi Pemkab Probolinggo Angkat Sport Tourism dan UMKM
"Kami ingin kegiatan seperti ini terus berkembang menjadi agenda rutin. Setiap wilayah di Kabupaten Probolinggo memiliki karakter dan potensi yang dapat dipadukan dengan olahraga, budaya maupun wisata alam sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan," katanya.
Bupati Haris menjelaskan, pengembangan event olahraga di berbagai kecamatan akan memberikan dampak langsung terhadap pelaku UMKM, sektor jasa hingga destinasi wisata lokal. Karena itu, olahraga harus dipandang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Semakin banyak event yang digelar, maka peluang peningkatan kunjungan wisatawan juga semakin besar. Kondisi tersebut diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah," jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Yonif TP 836/Brahma Yudha beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Argopuro Trail Run. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menghadirkan agenda wisata olahraga berskala lebih besar di masa mendatang.
"Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan di Kecamatan Krucil. Selain kegiatan olahraga lari, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi lokasi berbagai event otomotif hingga festival berbasis alam sebagai alternatif destinasi wisata selain Bromo," tambahnya.
Sementara Komandan Yonif TP 836/Brahma Yudha Letkol Inf. Faisal Riza mengatakan Argopuro Trail Run diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menandai peringatan satu tahun berdirinya Yonif TP 836/Brahma Yudha.
Menurut Faisal, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari menjadi alasan utama penyelenggaraan event tersebut. Melalui perpaduan lintasan alam dan panorama pegunungan, peserta tidak hanya berkompetisi tetapi juga menikmati keindahan wisata Desa Bermi.
"Kami berharap peserta memperoleh pengalaman berbeda sekaligus semakin mengenal potensi wisata alam Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diharapkan ikut mendukung pengembangan daerah melalui konsep Probolinggo SAE," ujarnya.
Ke depan, Yonif TP 836/Brahma Yudha bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo berencana menghadirkan agenda trail run baru yang akan melintasi kawasan tujuh danau di Kecamatan Krucil.
"Rencana tersebut diharapkan menjadi magnet baru bagi wisata olahraga sekaligus memperluas promosi kekayaan alam Kabupaten Probolinggo di tingkat nasional," pungkasnya. (ren/zid)
