Disnaker Kabupaten Probolinggo Siapkan Lulusan SMK Kerja Global


Probolinggo, Lensaupdate.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kesiapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi persaingan kerja global. Melalui program bimbingan jabatan (Binjab) 2026, ratusan siswa dibekali pengetahuan tentang peluang kerja luar negeri yang aman, legal dan sesuai prosedur agar terhindar dari praktik penempatan pekerja migran non prosedural.

Kegiatan yang berlangsung di SMKN 1 Sumberasih dan SMKN 1 Wonomerto, Selasa (28/7/2026) ini diikuti 190 siswa. Masing-masing sekolah mengirimkan 95 peserta yang mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi ketenagakerjaan dan lembaga penempatan tenaga kerja.

Program ini merupakan salah satu strategi Disnaker Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi lulusan SMK. Selain memahami prosedur bekerja di luar negeri, para peserta juga dibekali keterampilan untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja internasional.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Probolinggo Iin Kasiani mengatakan dunia kerja terus mengalami perubahan sehingga lulusan SMK harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri global.

Menurutnya, peluang bekerja di luar negeri semakin terbuka pada berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perhotelan, pertanian modern, perawatan lansia hingga bidang teknologi. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila calon pekerja memiliki keterampilan, sertifikasi kompetensi, kemampuan bahasa asing serta karakter kerja yang baik.

"Sebagai lulusan SMK, kalian memiliki peluang besar untuk bekerja, baik di dalam maupun luar negeri. Namun kesempatan itu harus dipersiapkan dengan meningkatkan kompetensi, keterampilan, kemampuan berbahasa asing serta karakter kerja yang disiplin, jujur dan bertanggung jawab," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh materi mengenai migrasi aman dari BP3MI Jawa Timur. Materi tersebut menekankan pentingnya mengikuti seluruh prosedur resmi sebelum berangkat bekerja ke luar negeri agar memperoleh perlindungan hukum dan hak-hak sebagai pekerja migran Indonesia.

Iin mengingatkan para siswa agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi tanpa memastikan legalitas perusahaan maupun mekanisme penempatannya.

"Kalau ingin bekerja ke luar negeri, berangkatlah melalui jalur yang resmi, aman dan legal. Jangan mudah percaya pada tawaran dengan iming-iming gaji tinggi tanpa mengetahui kejelasan perusahaan dan prosedurnya. Keberangkatan secara nonprosedural berisiko menimbulkan penipuan, eksploitasi hingga hilangnya perlindungan hukum," tegasnya.

Selain itu, Direktur LPK STGS dan PT Inter Solusi Indonesia Esther Tjandra memberikan motivasi kepada peserta agar mulai mempersiapkan diri sejak dini melalui peningkatan kompetensi teknis, penguasaan bahasa asing serta kesiapan mental menghadapi lingkungan kerja internasional.

Disnaker Kabupaten Probolinggo juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan informasi, edukasi dan pendampingan kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri. Seluruh calon pekerja migran diimbau memanfaatkan layanan resmi Disnaker agar proses keberangkatan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.

Iin berharap para siswa tidak hanya menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana memperoleh informasi, tetapi juga sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri sejak masih berada di bangku sekolah.

"Saya berharap kegiatan ini mendorong kalian mempersiapkan diri mulai sekarang. Tingkatkan kemampuan, raih sertifikasi kompetensi, pelajari bahasa asing dan bangun karakter yang baik. Dengan bekal itu, saya yakin kalian mampu menjadi tenaga kerja profesional sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Probolinggo dan Indonesia," tambahnya.

Melalui bimbingan jabatan ini, Disnaker Kabupaten Probolinggo menargetkan semakin banyak lulusan SMK yang mampu menembus pasar kerja internasional melalui jalur resmi. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesempatan kerja generasi muda, tetapi juga melahirkan pekerja migran Indonesia yang profesional, terlindungi serta mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian daerah. (mel/fas)