Dringu, Lensaupdate.com - Sebanyak 25 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Probolinggo mendapat bantuan etalase sebagai sarana pendukung pemasaran produk. Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat menaruh barang, tetapi dimanfaatkan untuk membuat produk lebih tertata dan menarik perhatian konsumen.
Bantuan diserahkan dalam workshop optimalisasi sarana prasarana pemasaran produk UMKM yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo di Aula RM Kebon Pring, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kamis (17/9/2026).
Penyerahan secara simbolis dilakukan Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto bersama Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Haryo Bimo Bramantyo.
Tidak hanya menerima etalase, pelaku UMKM juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran dan cara mengoptimalkan sarana pemasaran agar produk lebih siap bersaing, termasuk untuk menjangkau pasar modern.
Fungsional Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Rindang Kamaswari mengatakan dukungan sarana pemasaran dibutuhkan untuk membantu pelaku usaha memperkuat aktivitas penjualan.
“Dipandang sangat perlu adanya dukungan pemberian bantuan sarana prasarana pemasaran produk, baik berupa gerobak, etalase maupun tenda,” ujarnya.
Menurut Rindang, fasilitas pemasaran akan lebih bermanfaat jika dibarengi kemampuan pelaku usaha dalam melakukan promosi.
“Bantuan sarana prasarana ini diperlukan untuk dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha tentang pentingnya promosi UMKM dan dapat meningkatkan penjualannya,” tuturnya.
Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Haryo Bimo Bramantyo meminta etalase yang diterima tidak berhenti sebagai bantuan fisik. Penampilan produk menjadi bagian dari strategi pemasaran karena konsumen perlu mendapatkan kesan yang baik ketika melihat produk.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UKM mengenai pentingnya sarana pemasaran yang representatif. Melalui kegiatan ini pelaku UKM didorong mampu menampilkan produk secara lebih menarik, tertata dan profesional sehingga meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen,” ungkapnya.
Bimo juga mengingatkan pelaku UMKM agar terus meningkatkan kualitas usaha. Perbaikan tidak hanya menyangkut produk, tetapi juga kemasan, merek, legalitas, sertifikasi halal, pemasaran digital hingga pelayanan kepada konsumen.
“Saya berharap sarana yang telah diberikan ini benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan usaha. Pelaku UKM diharapkan menggunakan etalase untuk meningkatkan penjualan sekaligus membuka peluang perluasan akses pasar, baik di tingkat lokal maupun pasar yang lebih luas,” harapnya.
Di sisi lain, Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menyebut sekitar 78.613 UMKM telah terdaftar dalam aplikasi Sistem Manajemen Pengembangan UMKM Terpadu (SIMADU).
Menurut Sugeng, jumlah tersebut menjadi potensi besar bagi perekonomian daerah. Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga menjalankan program Bela Beli yang mendorong ASN berbelanja produk UMKM di wilayah masing-masing.
“Setiap bulan ASN wajib berbelanja UMKM di masing-masing wilayah. Ini sudah melalui aplikasi SIMADU, sehingga setiap bulan bisa kami pantau berapa besar belanjanya masing-masing OPD pada UMKM,” katanya.
Ia menyebut rata-rata transaksi belanja ASN terhadap produk UMKM mencapai sekitar Rp460 juta hingga Rp500 juta per bulan. Program tersebut, kata Sugeng, telah berjalan sekitar tiga tahun.
“Ini adalah sebuah dukungan real kepada teman-teman UMKM dan ini sudah berjalan kira-kira tiga tahun,” jelasnya.
DKUPP juga menyiapkan ruang pemasaran bagi UMKM melalui Festival Seven Beaches yang direncanakan berlangsung November mendatang. Pemerintah akan menyediakan tenda, meja dan kursi bagi UMKM yang berjualan di lokasi festival.
Dengan berbagai dukungan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya bertambah jumlahnya, tetapi mampu meningkatkan omzet, memperluas pasar dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. (nab/zid)
Baca Juga :
