Poli Eksekutif RSUD Waluyo Jati Tetap Berorientasi Layani Semua Masyarakat


Kraksaan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan Poli Eksekutif RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo tetap harus berorientasi pada pelayanan seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran fasilitas dengan konsep pelayanan premium tersebut tidak boleh menimbulkan anggapan bahwa layanan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi tertentu.

Penegasan itu disampaikan Bupati Haris saat meresmikan Poli Eksekutif RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo, Sabtu (22/8/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah fasilitas pelayanan.

Bupati Haris mengatakan RSUD Waluyo Jati merupakan rumah sakit umum milik pemerintah daerah sehingga memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat.

Karena itu, pengembangan Poli Eksekutif tidak boleh hanya dipandang dari sisi peningkatan pendapatan rumah sakit. Aspek pelayanan dan kemudahan akses kesehatan bagi masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

“Jangan sampai kemudian ada mindset bahwa ini hanya melayani orang yang mampu dan punya duit. Kita ini rumah sakit daerah, rumah sakit umum, rumah sakit negara. Konsep sebenarnya tidak hanya tentang income, tidak hanya tentang profit, tetapi ada pelayanan yang memang harus kita jadikan skala prioritas,” jelasnya.

Menurut Bupati Haris, peningkatan fasilitas rumah sakit merupakan bagian penting dalam memberikan kenyamanan kepada pasien. Namun, fasilitas yang semakin baik harus diikuti dengan kualitas pelayanan serta kemampuan tenaga kesehatan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Ia pun mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan RSUD Waluyo Jati dalam mengembangkan layanan. Sejumlah fasilitas dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pasien, termasuk fasilitas poli anak yang dilengkapi area bermain, pelayanan obstetri dan ginekologi hingga layanan estetik.

“Ini luar biasa. Saya sangat mengapresiasi RSUD Waluyo Jati atas inovasi ini,” tegasnya.

Bupati Haris berharap berbagai pengembangan fasilitas tersebut tidak berhenti pada aspek fisik. Setiap inovasi harus memberikan manfaat nyata dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan pemerintah daerah.

“Dengan hadirnya Poli Eksekutif, masyarakat Kabupaten Probolinggo diharapkan memiliki lebih banyak pilihan pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus pergi ke luar daerah,” tambahnya.

Sementara Direktur RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo dr. Yessi Rahmawati menjelaskan Poli Eksekutif merupakan fasilitas yang pembangunannya telah melalui proses cukup panjang.

“Gedung Poli Eksekutif yang telah dibangun sejak 2017 cukup lama menjadi PR kita semua. Alhamdulillah, sejak kami menjabat kami mempersiapkan untuk membuka gedung tersebut. Persiapannya membutuhkan waktu dua tahun lebih sampai akhirnya gedung tersebut bisa beroperasi,” ungkapnya.

Setelah melalui berbagai tahap persiapan, Poli Eksekutif mulai menjalani soft opening pada Januari 2026. Fasilitas tersebut dihadirkan sebagai alternatif bagi masyarakat yang menginginkan pelayanan dengan fasilitas lebih nyaman dan premium.

Yessi mengatakan kehadiran Poli Eksekutif diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Probolinggo tanpa harus mencari layanan serupa ke luar daerah.

“Ini tentunya untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Kabupaten Probolinggo tanpa harus jauh-jauh ke Surabaya atau Malang, tetapi bisa merasakan layanan premium di RSUD Waluyo Jati,” katanya.

Menurut Yessi, pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD Waluyo Jati dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat Kabupaten Probolinggo memperoleh pelayanan kesehatan terbaik di daerahnya sendiri. Kami ingin mendukung Kabupaten Probolinggo semakin baik dalam pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu pergi jauh,” tegasnya.

Dengan hadirnya Poli Eksekutif, RSUD Waluyo Jati tidak hanya menambah pilihan layanan kesehatan, tetapi juga berupaya menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman bagi masyarakat. Di sisi lain, pesan Bupati Haris menjadi penegasan bahwa peningkatan kualitas dan fasilitas harus tetap berjalan seiring dengan semangat pelayanan publik yang inklusif. (nab/zid)

Baca Juga :