Bantaran, Lensaupdate.com - Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo terus berupaya menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan teknologi informasi. Melalui pelatihan dakwah digital, organisasi perempuan NU ini membekali kader agar mampu menyampaikan syiar Islam secara kreatif melalui berbagai platform digital.
Pelatihan yang berlangsung di Kantor PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo di Desa Tempuran Kecamatan Bantaran, Minggu (2/8/2026) ini diikuti 60 peserta yang merupakan pengurus cabang dan perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan teknik membuat konten dakwah, tetapi juga memperkenalkan desain media publikasi digital, strategi komunikasi di media sosial hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu penyusunan materi dakwah.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati mengatakan transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi organisasi keagamaan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, terutama generasi muda yang akrab dengan media sosial.
Menurutnya, dakwah harus mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai Islam yang menjadi dasar perjuangan Muslimat NU.
"Selama ini dakwah lebih banyak dilakukan melalui pengajian atau pertemuan langsung. Sekarang media digital menjadi ruang baru yang harus dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara positif, edukatif dan menyejukkan," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dikenalkan penggunaan platform AI Gemini sebagai salah satu perangkat pendukung untuk membantu menyusun materi dakwah, membuat ide konten hingga menyusun narasi yang lebih menarik. Namun, pemanfaatannya tetap harus disertai proses verifikasi agar isi dakwah tetap sesuai dengan ajaran Islam.
Nurayati menjelaskan setiap PAC mengirimkan tiga orang peserta sebagai perwakilan. Mereka diharapkan menjadi penggerak literasi digital di wilayah masing-masing dengan membagikan ilmu yang diperoleh kepada pengurus tingkat ranting.
"Kami ingin kemampuan membuat konten dakwah tidak berhenti di tingkat cabang. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat menularkan ilmunya sehingga seluruh kader Muslimat NU mampu mendokumentasikan kegiatan dan menyebarkan dakwah melalui media digital," ujarnya.
Ia menilai masih banyak kegiatan sosial, pendidikan maupun keagamaan yang dilaksanakan Muslimat NU belum terdokumentasi secara optimal. Karena itu, peningkatan kemampuan digital menjadi salah satu kebutuhan organisasi saat ini.
Menurut Nurayati, telepon genggam yang selama ini identik dengan aktivitas komunikasi sehari-hari harus dimanfaatkan sebagai media dakwah yang produktif.
"Media sosial harus diisi dengan konten yang membawa manfaat. Kami ingin kader Muslimat NU memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai Islam, memberikan edukasi kepada masyarakat serta memperkuat syiar organisasi," jelasnya.
Melalui pelatihan ini, Muslimat NU Kabupaten Probolinggo berharap lahir kader-kader yang mampu menghasilkan konten dakwah berkualitas, memahami etika bermedia digital dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Penguatan kompetensi digital tersebut juga diharapkan semakin memperkuat peran Muslimat NU sebagai organisasi perempuan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam menjalankan dakwah di tengah masyarakat. (mel/fas)
.jpeg)