Jum'at Manis Kecamatan Maron, ASN Tanam Pepaya untuk Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hijau


Maron, Lensaupdate.com - Suasana berbeda tampak di Kantor Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, pada pelaksanaan program Jum'at Manis, Jumat (7/8/2026). Tidak hanya melakukan kerja bakti rutin, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bergotong royong menanam pohon pepaya melalui Gerakan Pemanfaatan Lahan Pekarangan, sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang hijau, produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Kegiatan yang mengusung tema "Maron Manis: Pekarangan Hijau, Pepaya Berlimpah" dengan slogan "Pekarangan Produktif, Maron Kreatif" tersebut menjadi inovasi Kecamatan Maron dalam mengoptimalkan lahan pekarangan kantor yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui gerakan ini, kawasan perkantoran diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan publik, tetapi juga menjadi ruang hijau produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Sejak pagi, seluruh ASN mulai dari unsur pimpinan hingga staf terlihat bersama-sama membersihkan area pekarangan, menyiapkan media tanam, menggali lubang, hingga menanam bibit pepaya. Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong begitu terasa, mencerminkan komitmen aparatur dalam membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, nyaman, dan bernilai produktif.

Camat Maron Nurhafiva mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari transformasi budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan administrasi kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap pelestarian lingkungan serta ketahanan pangan.

"Jum'at Manis kami maknai bukan hanya sebagai momentum menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan semangat produktivitas. Melalui penanaman pepaya ini, kami ingin mengubah pekarangan kantor menjadi ruang yang hijau, bermanfaat, sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan instansi pemerintah," katanya.

Menurut Nurhafiva, pemanfaatan lahan pekarangan menjadi kebun produktif merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara berkelanjutan. Selain memperindah lingkungan kantor, tanaman yang ditanam juga memiliki nilai ekonomi, gizi, dan edukasi.

Pemilihan tanaman pepaya bukan tanpa alasan. Tanaman ini dinilai memiliki daya adaptasi tinggi, mudah dibudidayakan, biaya perawatan yang relatif rendah, serta mampu menghasilkan buah dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan sejumlah tanaman buah lainnya.

"Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini juga memiliki daya adaptasi tinggi, perawatan yang relatif sederhana serta masa panen yang lebih cepat dibandingkan beberapa tanaman buah lainnya," jelas Nurhafiva.

Ia menambahkan, hampir seluruh bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan. Selain buahnya kaya vitamin dan baik untuk kesehatan, daun pepaya juga telah dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ikan di lingkungan Kecamatan Maron.

"Pepaya menjadi pilihan karena manfaatnya sangat lengkap. Buahnya dapat dikonsumsi, daunnya sudah kami aplikasikan sebagai makanan tambahan ikan. Artinya, satu tanaman mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan apabila dikelola dengan baik," terangnya.

Lebih jauh, Nurhafiva mengungkapkan bahwa tanaman pepaya juga memiliki makna filosofis yang relevan dengan karakter seorang Aparatur Sipil Negara. Menurutnya, setiap bagian tanaman memiliki fungsi dan manfaat, sebagaimana setiap ASN memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, batang pepaya yang tumbuh lurus menjadi simbol integritas, kejujuran, dan keteguhan dalam menjalankan amanah. Sementara kemampuannya tumbuh di berbagai kondisi menggambarkan sikap adaptif yang harus dimiliki ASN dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.

"Batang pepaya yang tumbuh tegak melambangkan integritas, kejujuran dan keteguhan dalam menjalankan tugas. Sementara kemampuannya tumbuh di berbagai kondisi mencerminkan semangat ASN yang adaptif dan siap menghadapi tantangan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.

Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan terkecil. Pemanfaatan ruang kosong di sekitar kantor pemerintahan diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan kebun produktif di lingkungan rumah masing-masing.

Selain memberikan manfaat ekologis melalui peningkatan ruang hijau, keberadaan pepohonan juga diproyeksikan menciptakan suasana kantor yang lebih teduh, sejuk, nyaman, dan sehat bagi pegawai maupun masyarakat yang datang mengurus pelayanan administrasi.

Nurhafiva berharap, hasil panen pepaya pada masa mendatang bukan sekadar menghasilkan buah, tetapi menjadi simbol keberhasilan kolaborasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong yang terus tumbuh di lingkungan Kecamatan Maron.

"Harapan kami, pekarangan kantor tidak lagi menjadi lahan yang menganggur, tetapi menjadi sumber manfaat. Semoga semangat Jum'at Manis ini terus tumbuh dan hasil panen pepaya nantinya menjadi simbol keberhasilan kebersamaan seluruh keluarga besar Kecamatan Maron," harapnya.

Melalui gerakan sederhana namun sarat makna tersebut, Kecamatan Maron menunjukkan bahwa inovasi dalam membangun lingkungan hijau tidak selalu membutuhkan langkah besar. Berawal dari pemanfaatan pekarangan kantor, gerakan ini diharapkan mampu menginspirasi instansi pemerintah, sekolah, desa, hingga masyarakat luas untuk memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi ruang produktif yang mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kualitas lingkungan, sekaligus memperkuat budaya gotong royong. (riz/zid)

Baca Juga :