Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo bersama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan memberikan pelatihan membatik kepada warga binaan, Senin (24/8/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui keterampilan membatik, peserta tidak hanya diajak mengenal teknik dasar, tetapi juga didorong mengembangkan kreativitas dan kemampuan produktif sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para warga binaan mendapat kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses membatik dengan pendampingan selama pelatihan.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan, pemberian keterampilan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.
“Pelatihan membatik ini tidak hanya memberikan keterampilan baru bagi warga binaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kreativitas, kesabaran dan semangat kemandirian,” ujarnya.
Menurut Galih, pembinaan yang diberikan diharapkan mampu memberikan bekal yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Keterampilan tersebut juga diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga menjadi kegiatan yang bernilai produktif.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia menjelaskan, proses membatik membutuhkan ketelitian, kesabaran dan kreativitas. Karena itu, pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter dan kepercayaan diri peserta.
Galih mengapresiasi dukungan Disnaker Kabupaten Probolinggo dalam pelaksanaan pelatihan. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi bagian penting untuk memperkuat program pembinaan kemandirian di Rutan Kraksaan.
“Melalui pelatihan ini warga binaan tidak hanya memperoleh kemampuan teknis membatik, tetapi juga dilatih membangun kesabaran, kreativitas, produktivitas dan kepercayaan diri,” tegasnya.
Sementara Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan keterampilan kerja warga binaan.
Menurutnya, keterampilan praktis menjadi modal penting agar warga binaan memiliki kemampuan produktif ketika nantinya kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya kami memberikan keterampilan kepada warga binaan. Harapannya, ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang produktif,” katanya.
Saniwar menilai membatik merupakan salah satu keterampilan yang memiliki peluang untuk dikembangkan. Selain membutuhkan kemampuan teknis, proses menghasilkan produk batik juga membuka ruang kreativitas dalam menentukan motif dan mengembangkan produk bernilai ekonomi.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan.
“Peserta diharapkan mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan. Kami berharap keterampilan yang diberikan bisa menjadi modal bagi warga binaan untuk lebih mandiri dan memiliki kepercayaan diri ketika kembali ke masyarakat,” terangnya.
Pelatihan membatik tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pembinaan selama warga binaan berada di Rutan Kraksaan. Lebih jauh, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha maupun aktivitas produktif setelah mereka kembali ke masyarakat.
Sinergi antara Disnaker Kabupaten Probolinggo dan Rutan Kraksaan juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang lebih berorientasi pada pemberdayaan. Dengan keterampilan yang dimiliki, warga binaan diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana. (nab/zid)
Baca Juga :
