Dinsos Kabupaten Probolinggo Pastikan Bayi Temuan di Tongas Dapat Penanganan


Tongas, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo bergerak menangani bayi yang ditemukan di wilayah Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas. Penanganan dilakukan bersama Puskesmas Curahtulis, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tongas, pemerintah desa dan sejumlah pihak terkait.

Saat ini bayi masih menjalani perawatan di Puskesmas Curahtulis. Kondisi kesehatannya dipantau secara berkala oleh dokter dan bidan sebelum dilakukan proses penanganan lebih lanjut.

Sekretaris Dinsos Kabupaten Probolinggo Siti Mariam mengatakan kondisi kesehatan bayi menjadi perhatian utama dalam penanganan awal. Pemeriksaan dan pengawasan dilakukan untuk memastikan bayi dalam kondisi sehat sebelum dipindahkan ke tempat penanganan berikutnya.

“Untuk sementara bayi masih berada di Puskesmas Curahtulis dan mendapatkan perawatan serta pengawasan dari dokter dan bidan. Kondisinya terus dipantau sampai dinyatakan sehat dan memungkinkan untuk proses penanganan berikutnya,” ujarnya.

Menurut Siti Mariam, apabila kondisi bayi telah dinyatakan memungkinkan secara medis, Dinsos Kabupaten Probolinggo merencanakan proses pengiriman ke UPT PPSAB Sidoarjo pada Kamis (20/8/2026).

Pengiriman tersebut akan dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan dari Puskesmas Curahtulis bersama TKSK Tongas. Pendampingan diperlukan untuk memastikan kebutuhan bayi serta kondisi kesehatannya tetap terpantau selama proses perjalanan.

“Setelah kondisi bayi memungkinkan, kami akan melakukan koordinasi dengan pihak UPT terkait untuk proses pengiriman dan penanganan selanjutnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Siti Mariam menjelaskan, penanganan bayi temuan tersebut melibatkan sejumlah unsur. Selain Dinsos Kabupaten Probolinggo, terdapat TKSK Tongas, Puskesmas Curahtulis, Pemerintah Desa Tongas Kulon serta masyarakat yang pertama kali menemukan bayi tersebut.

Koordinasi lintas pihak dinilai penting agar setiap tahapan penanganan dapat dilakukan secara tepat. Terutama dalam memastikan keselamatan, kesehatan dan kebutuhan dasar bayi terpenuhi.

“Sinergi antar pihak ini diperlukan agar proses penanganan dapat dilakukan secara tepat, terutama dalam memastikan kesehatan, keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar bayi,” terangnya.

Dinsos Kabupaten Probolinggo selanjutnya akan berkoordinasi dengan UPT PPSAB Sidoarjo terkait proses penerimaan dan penanganan bayi. Langkah tersebut dilakukan agar proses perlindungan sosial dapat berjalan sesuai prosedur dan kebutuhan bayi.

Siti Mariam menegaskan, kondisi bayi akan terus menjadi perhatian selama berada dalam proses penanganan. Pemerintah daerah memastikan setiap tahapan dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kebutuhan bayi.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan bayi mendapatkan perawatan dengan baik dan kondisi kesehatannya terus terpantau. Setelah itu, proses penanganan akan kami lanjutkan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tambahnya.

Penanganan bayi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, tenaga kesejahteraan sosial dan masyarakat dalam memberikan perlindungan terhadap anak yang membutuhkan penanganan khusus.

Dengan koordinasi yang dilakukan sejak tahap perawatan hingga rencana pemindahan ke UPT PPSAB Sidoarjo, Dinsos Kabupaten Probolinggo berupaya memastikan bayi mendapatkan perlindungan, perawatan dan pemenuhan kebutuhan dasar secara berkelanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. (put/zid)

Baca Juga :