Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo meningkatkan kompetensi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) melalui bimbingan teknis (bimtek) keamanan pangan yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (22–23/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mendorong pelaku usaha menghasilkan produk pangan yang aman, berkualitas dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Sebanyak 35 pelaku IRTP dari berbagai kecamatan mengikuti pelatihan yang difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai standar keamanan pangan, penerapan higiene dan sanitasi, serta tata kelola produksi sesuai ketentuan pemerintah.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai sanitasi lingkungan produksi, ketentuan pelabelan produk pangan dan prosedur pengajuan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Sementara hari kedua diisi dengan materi penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP), penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), serta standar higiene dan sanitasi dalam proses produksi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas produk pangan lokal sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro.
"Keamanan pangan merupakan aspek yang tidak bisa diabaikan. Melalui bimtek ini kami ingin meningkatkan pengetahuan pelaku IRTP agar mampu menerapkan higiene, sanitasi dan cara produksi pangan yang baik sehingga produk yang dihasilkan aman dikonsumsi serta memiliki daya saing di pasar," katanya.
Menurut Sri Wahyu, penerapan standar keamanan pangan juga menjadi syarat penting bagi pelaku usaha untuk memperoleh Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), yang menjadi bukti bahwa proses produksi telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
"SPP-IRT menjadi bentuk jaminan bahwa produk diproses sesuai standar keamanan pangan. Hal ini tentu akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan," jelasnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan di tempat usahanya masing-masing sehingga kualitas produk pangan lokal terus meningkat.
"Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya mampu berinovasi dalam mengembangkan produknya, tetapi juga selalu mengutamakan keamanan dan kesehatan masyarakat sebagai konsumen," ujarnya.
Sri Wahyu menambahkan, pembinaan terhadap pelaku Industri Rumah Tangga Pangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, pendampingan dan pengawasan agar semakin banyak produk lokal Kabupaten Probolinggo yang memenuhi standar keamanan pangan nasional.
Melalui peningkatan kapasitas pelaku IRTP tersebut, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap produk pangan lokal semakin berkualitas, mampu bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM dan perlindungan kesehatan masyarakat. (nab/zid)
