Tiris, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat upaya menekan risiko komplikasi kehamilan dengan mendekatkan layanan pemeriksaan spesialis kepada masyarakat. Melalui program mobile screening ibu hamil risiko tinggi, puluhan calon ibu mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sekaligus edukasi untuk mencegah risiko selama masa kehamilan.
Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Tiris ini menyasar ibu hamil dengan risiko tinggi dari berbagai desa di Kecamatan Tiris. Selain menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG), para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai langkah sederhana untuk mencegah infeksi yang dapat membahayakan ibu maupun janin.
Layanan pemeriksaan dilakukan langsung oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari RSUD Waluyo Jati bersama tim medis. Pemeriksaan dipimpin dr. Herman Budi Santoso, Sp.OG., SubSp.Obginsos., M.Kes., sebagai tindak lanjut dari hasil skrining awal yang sebelumnya dilakukan tenaga kesehatan di Puskesmas Tiris.
Melalui pemeriksaan USG, tenaga medis dapat memantau perkembangan janin, kondisi kesehatan ibu, serta mendeteksi lebih dini kemungkinan munculnya komplikasi selama kehamilan. Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lanjutan, pasien akan segera mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan lebih lengkap.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui deteksi dini kehamilan berisiko.
Menurutnya, kehadiran dokter spesialis di tingkat puskesmas memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan pemantauan intensif tanpa harus datang langsung ke rumah sakit.
"Kegiatan mobile screening ini bertujuan memastikan kondisi ibu hamil risiko tinggi dapat dipantau secara optimal. Dengan deteksi sejak dini, tenaga kesehatan dapat segera menentukan langkah penanganan yang tepat sehingga risiko komplikasi bagi ibu maupun bayi dapat ditekan," ujarnya.
Sri Wahyu menjelaskan hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan tindak lanjut pelayanan. Sebagian ibu hamil akan tetap menjalani pemantauan rutin di puskesmas, sedangkan pasien dengan kondisi tertentu akan dirujuk ke rumah sakit agar memperoleh penanganan yang lebih komprehensif.
Selain pemeriksaan medis, Dinkes Kabupaten Probolinggo juga menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui edukasi CTPS. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dinilai efektif mengurangi risiko penularan berbagai penyakit infeksi yang dapat mengganggu kesehatan ibu hamil maupun bayi.
Menurut Sri Wahyu, menjaga kebersihan diri menjadi salah satu langkah penting selama kehamilan karena mampu membantu melindungi ibu dan janin dari berbagai penyakit yang dapat memicu komplikasi.
"Kami berharap para ibu hamil semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, rutin memeriksakan kehamilan serta segera berkonsultasi apabila muncul keluhan. Dengan begitu, kesehatan ibu dan bayi dapat terjaga hingga proses persalinan," tegasnya.
Program mobile screening menjadi salah satu inovasi Dinkes Kabupaten Probolinggo dalam menghadirkan layanan kesehatan spesialistik lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran dokter spesialis di puskesmas diharapkan mempercepat proses diagnosis sekaligus mengurangi keterlambatan penanganan pada kasus kehamilan risiko tinggi.
Melalui kolaborasi antara Dinkes Kabupaten Probolinggo, Puskesmas Tiris, dan RSUD Waluyo Jati, pemerintah daerah menargetkan penurunan angka komplikasi kehamilan, kematian ibu, serta kematian bayi. Penguatan layanan kehamilan risiko tinggi di Probolinggo diharapkan mampu memastikan setiap ibu mendapatkan pendampingan kesehatan yang optimal sejak masa kehamilan hingga proses persalinan, sehingga lahir generasi yang lebih sehat dan berkualitas. (ren/zid)
