2.400 Peserta Berebut Pramuka Garuda Kabupaten Probolinggo


Sumberasih, Lensaupdate.com - Sebanyak 2.400 anggota Gerakan Pramuka dari seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo mengikuti seleksi Pramuka Garuda 2026, sebuah penghargaan tertinggi dalam Gerakan Pramuka yang menjadi tolok ukur karakter, kepemimpinan dan prestasi generasi muda.

Seleksi yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo itu ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ di SMP Negeri 1 Sumberasih, Selasa (28/7/2026).

Jumlah peserta yang mencapai ribuan orang menunjukkan tingginya minat anggota Pramuka untuk meraih predikat Pramuka Garuda. Para peserta berasal dari seluruh golongan, mulai Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega.

Ketua Panitia Seleksi Pramuka Garuda Bahrul Ulum menjelaskan proses seleksi berlangsung dalam beberapa tahapan. Verifikasi administrasi dilaksanakan pada 13 hingga 20 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan uji tatap muka pada 28 dan 29 Juli 2026.

Untuk memudahkan pelaksanaan, uji tatap muka dibagi di empat lokasi berbeda, yakni Hutan Kota Kraksaan, Rest Area Betek Kecamatan Krucil, SMP Negeri 1 Sumberasih dan SD Negeri 1 Sumber.

Menurut Bahrul, proses seleksi tidak hanya mengukur kelengkapan administrasi ataupun kemampuan teknis kepramukaan, tetapi juga menilai karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial hingga komitmen peserta terhadap nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya.

"Seleksi Pramuka Garuda merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan. Kami ingin melahirkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, peduli terhadap lingkungan serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, Gerakan Pramuka memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo melalui pembentukan generasi yang sehat, aktif, edukatif dan berdaya saing.

Sementara Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ menegaskan predikat Pramuka Garuda bukan sekadar penghargaan, tetapi merupakan simbol keteladanan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, seorang Pramuka Garuda dituntut menjadi pribadi yang disiplin, berprestasi, memiliki kepedulian sosial serta mampu memberikan contoh positif di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

"Pramuka Garuda adalah simbol keteladanan. Seorang Pramuka Garuda harus unggul dalam sikap, disiplin dalam tindakan, berprestasi dalam karya dan peduli terhadap lingkungan," ujarnya.

Wabup Fahmi mengingatkan peserta yang nantinya dinyatakan lolos agar tidak cepat merasa puas. Justru setelah memperoleh predikat tersebut, tanggung jawab mereka akan semakin besar sebagai teladan bagi generasi muda lainnya.

"Bagi yang dinyatakan lulus, jangan menganggap perjuangan telah selesai. Inilah awal tanggung jawab untuk menjaga nama baik Gerakan Pramuka dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Ia juga memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil agar menjadikan hasil seleksi sebagai pengalaman berharga untuk terus meningkatkan kemampuan.

"Jangan berkecil hati jika belum berhasil. Terus belajar, berlatih dan mempersiapkan diri lebih baik lagi. Kesempatan selalu terbuka pada seleksi berikutnya," tambahnya.

Melalui seleksi tahun ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo berharap lahir kader-kader muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, integritas dan semangat pengabdian. Kehadiran Pramuka Garuda diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (mel/fas)