Sukapura, Lensaupdate.com – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ meresmikan Rest Area Bromo Safety Initiative di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Sabtu (13/6/2026). Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keselamatan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan dihadiri perwakilan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto, Forkopimka Sukapura, Pemerintah Desa Ngadisari, tokoh masyarakat serta komunitas penggagas Bromo Safety Initiative.
Rest area tersebut diharapkan menjadi tempat singgah yang aman bagi para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor matic yang melintasi jalur menuju Bromo dengan karakteristik medan tanjakan dan turunan yang cukup ekstrem.
Wabup Probolinggo Fahmi AHZ mengatakan keberadaan Rest Area Bromo Safety Initiative bukan sekadar fasilitas untuk beristirahat, tetapi juga merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga keselamatan wisatawan yang datang ke kawasan Bromo.
“Peresmian rest area ini bukan hanya sekadar peresmian tempat istirahat. Ini adalah peresmian tempat yang dengan keberadaannya kita berikhtiar untuk menyelamatkan nyawa. Bromo adalah mercusuar pariwisata Kabupaten Probolinggo yang dikenal hingga mancanegara. Karena itu, selain menjaga keindahan alamnya, kita juga harus memastikan wisatawan yang datang merasa aman, nyaman dan keselamatannya terjamin,” katanya.
Menurut Wabup Fahmi, keselamatan wisatawan harus menjadi perhatian utama karena Bromo merupakan destinasi unggulan Kabupaten Probolinggo yang telah dikenal di tingkat internasional. Oleh sebab itu, berbagai fasilitas pendukung yang mampu meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan perlu terus dihadirkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Langkah kebaikan ini saya yakin akan melahirkan banyak kebaikan lainnya. Hari ini fokusnya keselamatan pengendara dan wisatawan, tetapi ke depan bisa berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat melalui UMKM dan berbagai kegiatan produktif lainnya yang memberikan manfaat serta maslahat bagi warga sekitar,” tegasnya.
Wabup Fahmi menambahkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap menjadi pendukung utama dalam pengembangan kawasan Bromo sebagai salah satu wilayah prioritas pembangunan daerah.
“Kami siap mendukung pengembangan kawasan Bromo. Mudah-mudahan dengan hadirnya fasilitas ini wisatawan semakin tertarik berkunjung, semakin lama tinggal di kawasan Bromo dan pada akhirnya mampu memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Sementara Camat Sukapura Nur Rachmad Sholeh menyampaikan apresiasi atas hadirnya Rest Area Bromo Safety Initiative yang dinilai menjadi langkah nyata dalam meningkatkan keselamatan wisatawan di kawasan Bromo.
Menurutnya, inisiatif tersebut berawal dari niat sederhana Pemerintah Desa Ngadisari untuk menyediakan tempat singgah bagi pengendara. Namun berkat dukungan berbagai komunitas, Rumah Zakat, Bromo Safety Initiative serta sejumlah mitra lainnya, gagasan tersebut berkembang menjadi fasilitas yang memiliki manfaat besar bagi keselamatan wisatawan.
“Alhamdulillah ada satu jalan kebaikan lagi yang muncul di Desa Ngadisari untuk menyelamatkan para pengendara yang berwisata ke Sukapura dan Bromo, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. Ini adalah langkah baik yang perlu kita dukung dan doakan agar semakin banyak kebaikan yang lahir dari rest area ini,” ujarnya.
Nur Rachmad menilai keberadaan rest area sangat penting mengingat jalur menuju Bromo memiliki banyak tanjakan dan turunan curam. Karena itu, wisatawan diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan guna mengurangi risiko kecelakaan.
“Sejak awal kami memiliki cita-cita menjadikan Kecamatan Sukapura sebagai kawasan wisata yang tenang, aman dan nyaman. Karena itu kami mendukung sepenuhnya keberadaan Rest Area Bromo Safety Initiative sebagai sarana untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan wisatawan,” jelasnya.
Di sisi lain, Inisiator Bromo Safety Initiative Ida Nyoman Siswoyo mengungkapkan gagasan pembangunan rest area berawal dari keprihatinan terhadap masih terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalur wisata Bromo, terutama yang melibatkan pengguna sepeda motor matic.
“Kami melihat kunjungan wisatawan ke Bromo sangat tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun di sisi lain masih terjadi beberapa kecelakaan, khususnya yang melibatkan pengguna sepeda motor matic. Dari situ kami ingin menghimbau masyarakat, warga sekitar dan para pengunjung agar lebih berhati-hati saat berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Ke depan, Rest Area Bromo Safety Initiative akan terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas pendukung seperti klinik kesehatan, toilet serta ruang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
“Ke depan akan kami lengkapi dengan klinik kesehatan sebagai langkah antisipasi, kemudian toilet dan fasilitas bagi UMKM. Kami berharap keberadaan rest area ini memberikan manfaat bagi masyarakat setempat maupun para pengunjung, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (put/zid)
