Pemkab Probolinggo Perkuat Ketahanan Ideologi Lewat Dialog Kebangsaan


Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Silaturahmi Kebangsaan Dialog Interaktif Forkopimda bertema Membangun Harmoni dan Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Kabupaten Probolinggo di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat ketahanan ideologi masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya paham radikalisme, intoleransi dan penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Mohammad Haris, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Rita Erik Susanti Ugas Irwanto, para kepala OPD, camat, Ketua TP PKK kecamatan serta berbagai elemen masyarakat. Turut hadir Inspektur Kopassus Mayjen TNI Putra Widiastawa.

Peserta dialog berasal dari unsur perangkat daerah, Fatayat NU, Muslimat NU dan organisasi kemasyarakatan yang mendapatkan penguatan wawasan kebangsaan serta pemahaman mengenai berbagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan persatuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Panit Tekintel dan Analisis Satgaswil Jawa Timur Densus 88 Anti Teror Polri memaparkan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga mengancam ketahanan keluarga dan pembangunan nasional.

“Penyalahgunaan dan pengedaran gelap narkotika merupakan ancaman nyata yang harus diwaspadai bersama. Dampaknya tidak hanya merusak individu, tetapi juga dapat mengganggu ketahanan keluarga, keamanan daerah dan pembangunan nasional. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Mohammad Haris menegaskan pentingnya keluarga sebagai benteng utama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

“Wawasan kebangsaan bukan hanya tentang memahami sejarah dan mencintai tanah air, tetapi juga bagaimana kita menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan bersama-sama membangun bangsa mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga,” katanya.

Menurut Ning Marisa, kader PKK memiliki posisi strategis dalam menggerakkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Ketahanan keluarga yang kuat akan menjadi fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis dan berdaya saing.

“Ketua TP PKK dan seluruh kader memiliki peran penting bukan hanya sebagai penggerak program, tetapi juga penggerak nilai-nilai kebangsaan. Ketika ibu-ibu PKK bergerak, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, Kabupaten Probolinggo akan semakin harmonis, maju dan berdaya saing,” jelasnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat turut membawa tantangan baru berupa masuknya paham radikalisme dan intoleransi yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, berbagai tantangan kebangsaan juga semakin kompleks. Masuknya paham radikalisme menjadi ancaman yang dapat merusak generasi muda serta mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Menurut Bupati Haris, penguatan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai wawasan kebangsaan sangat penting untuk menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika serta komitmen terhadap NKRI harus terus ditanamkan di seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.

Melalui dialog kebangsaan ini, Bupati Haris berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan nilai-nilai persatuan, toleransi dan cinta tanah air di lingkungan masing-masing.

“Kita jadikan momentum ini untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial serta memperkokoh komitmen bersama dalam menjaga Kabupaten Probolinggo dari berbagai ancaman. Sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan Kabupaten Probolinggo yang aman, damai, kondusif dan berdaya saing,” pungkasnya. (mel/fas)