Ngantor di Kecamatan Jadi Program Andalan, Bupati Haris Minta Semua OPD Harus Turun ke Lapangan


Gading, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memastikan program Ngantor di Kecamatan akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo untuk mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan publik yang berbasis kondisi nyata di lapangan.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Haris usai mengikuti rangkaian kegiatan Ngantor di Kecamatan Gading, Senin (29/6/2026). Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu inovasi pelayanan yang terbukti efektif mempertemukan pemerintah daerah dengan masyarakat secara langsung.

“Program Ngantor di Kecamatan ini akan menjadi agenda rutin. Dalam satu tahun ini Ngantor di Kecamatan merupakan salah satu program favorit. Memang belum ada anggaran yang spesifik, tetapi jika hasilnya terus menunjukkan dampak yang baik, program ini akan kami sempurnakan lagi,” katanya.

Selama pelaksanaan di Kecamatan Gading, Bupati Haris bersama jajaran perangkat daerah mengawali kegiatan dengan berdialog bersama 19 kepala desa. Dalam forum tersebut, berbagai persoalan strategis disampaikan secara terbuka, mulai dari kerusakan jalan, kebutuhan air bersih, sengketa tanah, sektor pertanian hingga sejumlah program prioritas pembangunan.

Menurut Bupati Haris, forum dialog tersebut menjadi sarana penting bagi pemerintah daerah untuk mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Seharian ini kami mengumpulkan seluruh kepala desa. Mereka menyampaikan berbagai persoalan yang cukup mendesak di wilayahnya, mulai dari jalan, air, sengketa tanah hingga kebutuhan lainnya. Semua aspirasi kami tampung karena desa memang membutuhkan dukungan yang besar,” jelasnya.

Bupati Haris menegaskan tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan apabila seluruh elemen pemerintah memiliki komitmen dan semangat bekerja bersama. Karena itu, ia terus mendorong para kepala desa agar tetap optimistis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Kami ingin menguatkan teman-teman kepala desa agar tetap semangat dan istiqamah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Haris menekankan perubahan pola kerja birokrasi menjadi salah satu tujuan utama program tersebut. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta tidak lagi hanya bekerja berdasarkan laporan administrasi, tetapi harus hadir langsung melihat kondisi masyarakat.

“Ke depan sudah tidak ada lagi kinerja yang hanya di belakang meja. Semua harus turun ke lapangan, melihat sendiri kondisi masyarakat agar memiliki empati dan mengetahui kebutuhan yang paling mendesak,” ujarnya.

Menurut Bupati Haris, percepatan pembangunan daerah juga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Selain pemerintah daerah, dukungan DPRD, dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) hingga partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan.

“Konsep membangun Kabupaten Probolinggo adalah kebersamaan. Pemerintah, DPRD, CSR dan masyarakat harus bergotong royong, terutama untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak seperti pembangunan infrastruktur jalan karena memiliki multiplier effect bagi sektor lainnya,” ungkapnya.

Ia memastikan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas Pemkab Probolinggo. Sejumlah pekerjaan masih berlangsung pada tahun ini dan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya agar konektivitas antarwilayah semakin baik.

“Pembangunan masih berlangsung pada tahun ini dan akan diperluas pada tahun depan sehingga berbagai persoalan infrastruktur dapat diselesaikan secara bertahap,” tambahnya.

Selain meninjau berbagai sektor pelayanan, Bupati Haris juga mengunjungi destinasi wisata Rabunan di Kecamatan Gading. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi alam yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.

Ia menilai keindahan sungai, persawahan bertingkat, bebatuan alami hingga suasana pedesaan menjadi daya tarik utama yang perlu diperkuat melalui penyelenggaraan berbagai agenda wisata secara berkelanjutan.

“Potensi Rabunan sangat besar. Yang perlu diperkuat sekarang adalah event. Kalau setiap tahun ada kegiatan atau festival, masyarakat akan semakin mengenal wisata ini dan tertarik untuk datang,” pungkasnya. (ren/zid)