Pajarakan, Lensaupdate.com - Semangat kebersamaan dan soliditas antar lembaga mewarnai kegiatan olahraga bersama yang digelar Polres Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 bertema "Polri untuk Masyarakat", Jumat (26/6/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat sinergi antara Kepolisian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris hadir bersama Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, jajaran Forkopimda, Pejabat Utama (PJU) Polres Probolinggo, para kapolsek, Bhayangkari serta ratusan peserta dari berbagai instansi dan organisasi.
Kegiatan diawali dengan jalan sehat sejauh kurang lebih empat kilometer yang mengambil start dan finis di Mapolres Probolinggo. Suasana penuh keakraban terlihat ketika seluruh peserta berjalan bersama tanpa sekat, mencerminkan semangat kolaborasi yang selama ini terjalin di Kabupaten Probolinggo.
Setelah jalan sehat, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang berlangsung meriah. Gelak tawa dan semangat para peserta semakin menambah suasana hangat dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan Polisi Cilik (Pocil) Polres Probolinggo yang sukses memukau peserta. Tim Pocil yang sebelumnya tampil dalam Gebyar Polisi Cilik 2026 tingkat Jawa Timur mempersembahkan atraksi baris-berbaris yang disiplin, kompak dan penuh semangat, sehingga mendapat apresiasi dari seluruh tamu undangan.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami berharap seluruh personel Polres Probolinggo terus menjaga kekompakan, meningkatkan kinerja serta memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban," ungkapnya.
Menurut Kapolres Latif, tema "Polri untuk Masyarakat" menjadi pengingat bahwa seluruh tugas dan pengabdian kepolisian bermuara pada pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, kerja sama lintas sektor harus terus diperkuat agar keamanan, ketertiban dan pelayanan publik dapat berjalan secara optimal.
Sementara Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menilai Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi peringatan tahunan bagi institusi Polri, tetapi juga momentum untuk mengingat sejarah panjang pengabdian Kepolisian Republik Indonesia sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.
"Hari Bhayangkara bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat perjalanan panjang Kepolisian Republik Indonesia sejak berdiri pada 1 Juli 1946 hingga terus berkembang menjadi institusi yang melayani masyarakat," katanya.
Bupati Haris menegaskan sejarah harus menjadi inspirasi dalam membangun masa depan. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah perjuangan para pendahulunya.
"Artinya kita jangan pernah lupa dengan sejarah. Hari Bhayangkara ke-80 mengingatkan kita bagaimana Kepolisian Republik Indonesia berdiri sendiri pada 1 Juli 1946 dan diperingati sampai sekarang," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Haris juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Polri, khususnya jajaran Polres Probolinggo yang selama ini terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung berbagai program pembangunan.
"Saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polres Probolinggo. Semoga Polri semakin hebat, semakin dicintai masyarakat, semakin humanis dan seluruh cita-citanya dimudahkan," tegasnya.
Lebih lanjut Bupati Haris menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, kejaksaan, pengadilan serta seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan Kabupaten Probolinggo yang aman, nyaman dan kondusif.
Ia menilai stabilitas keamanan menjadi prasyarat penting bagi percepatan pembangunan. Ketika situasi daerah aman dan harmonis, pelayanan publik dapat berjalan lebih baik, investasi lebih mudah berkembang serta kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat.
"Membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kebersamaan dan sinergi yang kuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal serta Kabupaten Probolinggo terus berkembang menjadi daerah yang aman, maju dan sejahtera," pungkasnya.
Melalui olahraga bersama ini, semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan dalam bentuk perayaan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat. Kebersamaan tersebut diharapkan terus terjaga sebagai modal utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas sekaligus mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang SAE, aman dan semakin berdaya saing. (nab/zid)
