Probolinggo, Lensaupdate.com - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat pembinaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sekaligus mematangkan persiapan Kabupaten Probolinggo sebagai calon tuan rumah Hari Koperasi (Harkop) Jawa Timur tahun 2027.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi (rakor) pembinaan KDKMP dan persiapan Harkop yang digelar di ruang pertemuan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Jum’at (12/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris DKUPP Kabupaten Probolinggo Saiful Farid Cahyono Bhakti didampingi Kepala Bidang Perkoperasian Ary Sulistyowati serta dihadiri Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Sugianto, Ketua PKPRI Kabupaten/Kota Probolinggo Edy Supangkat dan insan koperasi di Kabupaten Probolinggo.
Sekretaris DKUPP Kabupaten Probolinggo Saiful Farid Cahyono Bhakti mengatakan pembinaan KDKMP menjadi salah satu program prioritas yang terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan gerakan koperasi yang telah berkembang di berbagai kecamatan.
“KPRI Koppi Semi sudah mulai melaksanakan pembinaan kepada KDKMP. Ke depan kami berharap koperasi-koperasi yang ada di setiap kecamatan dapat menjalin kerja sama dan memberikan pendampingan kepada KDKMP agar semakin kuat secara kelembagaan maupun usaha,” katanya.
Menurut Saiful, penguatan kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara DKUPP dan Dekopinda Kabupaten Probolinggo yang telah berjalan sejak Januari 2026. Penandatanganan MoU lanjutan direncanakan berlangsung pada 23 Juni 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo dengan melibatkan sekitar 60 peserta dari unsur Dekopinda dan gerakan koperasi.
“Selain pembinaan kelembagaan, kami juga mendorong koperasi untuk melaksanakan kegiatan sosial di wilayah masing-masing sehingga manfaat koperasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Sugianto mengungkapkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dekopinwil Jawa Timur untuk mempersiapkan Kabupaten Probolinggo sebagai calon tuan rumah Harkop Jawa Timur tahun 2027.
“Setelah rakor ini, kami berencana mengajukan nota dinas kepada Bupati Probolinggo untuk meminta waktu pertemuan bersama Dekopinwil dan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur. Pertemuan tersebut penting untuk memastikan kesiapan Kabupaten Probolinggo menjadi tuan rumah Harkop Jawa Timur 2027,” ungkapnya.
Menurut Sugianto, kesiapan anggaran dan administrasi menjadi syarat utama yang harus dipenuhi sebelum penetapan tuan rumah dilakukan. Oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar seluruh proses persiapan dapat berjalan optimal.
“Secara lisan sudah ada arahan dari Bupati Probolinggo dan Dekopinwil agar Kabupaten Probolinggo siap menjadi tuan rumah Harkop 2027. Karena itu kami berharap nota dinas segera dibuat agar proses koordinasi dapat segera dilaksanakan,” terangnya.
Sugianto menambahkan penguatan KDKMP saat ini menjadi program prioritas gerakan koperasi. Karena itu diperlukan kerja sama yang lebih intensif antara koperasi yang telah berkembang dengan KDKMP agar mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi masyarakat yang sehat dan mandiri.
“Kami berharap ada pertemuan khusus dengan pengurus KDKMP disertai penandatanganan kerja sama dan dokumentasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program prioritas pemerintah tersebut,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua PKPRI Kabupaten/Kota Probolinggo Edy Supangkat menyoroti pentingnya penyederhanaan materi pembinaan agar lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh pengurus KDKMP yang masih dalam tahap penguatan kelembagaan.
“Tidak semua koperasi memiliki kemampuan yang sama dalam memahami jati diri koperasi. Karena itu materi pembinaan, termasuk terkait 16 buku administrasi pokok koperasi, perlu disederhanakan agar mudah diterapkan dan dapat menjadi pedoman bagi koperasi yang membina KDKMP,” ujarnya.
Edy menilai keberhasilan pembinaan KDKMP sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang diberikan koperasi-koperasi yang telah berkembang. Oleh sebab itu, materi pembinaan harus disusun secara sederhana, praktis dan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami ingin KDKMP tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga mampu menjalankan fungsi kelembagaan dan usaha dengan baik. Untuk itu, pola pembinaan harus dibuat sederhana, aplikatif dan mudah dipahami oleh pengurus koperasi di desa maupun kelurahan,” tambahnya.
Edy juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Probolinggo terhadap perkembangan koperasi melalui berbagai bentuk pembinaan dan kunjungan langsung ke koperasi di daerah.
“Kunjungan Bupati ke KPRI Kuripan maupun KUD Argopuro merupakan bentuk pembinaan yang sangat positif bagi gerakan koperasi. Dukungan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan semangat pengurus dan anggota koperasi agar terus berkembang serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (mel/fas)
