Dispersip Kabupaten Probolinggo Apresiasi Semangat Literasi 11 Desa Peserta Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan Terbaik 2026


Kraksaan, Lensaupdate.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo memberikan apresiasi kepada 11 desa yang mengikuti Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan Terbaik Tahun 2026. Keikutsertaan para desa tersebut dinilai sebagai bukti nyata komitmen dalam mengembangkan budaya literasi di tingkat masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas saat pengumuman pemenang lomba di ruang pertemuan Jabung 1 Kantor Bupati Probolinggo, Senin (22/6/2026).

Dalam ajang tersebut, Perpustakaan “Pondokkelor Pintar” Desa Pondokelor Kecamatan Paiton berhasil meraih juara pertama. Juara kedua diraih Perpustakaan “Aqila” Desa Krejengan Kecamatan Krejengan dan juara ketiga diraih Perpustakaan “Jendela Dunia” Desa Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan.

Selanjutnya, harapan 1 diraih Perpustakaan “Alas Tengah” Desa Alas Tengah Kecamatan Paiton dan harapan 2 diraih Perpustakaan “Harapan Bangsa” Desa Bulujaran Lor Kecamatan Tegalsiwalan”.

Ulfi menyampaikan seluruh peserta layak diapresiasi karena telah melalui proses panjang dalam menyiapkan berbagai inovasi dan pengembangan layanan perpustakaan.

“Dari total 325 desa dan 5 kelurahan di Kabupaten Probolinggo, sebanyak 11 desa berhasil mengikuti seluruh tahapan lomba perpustakaan desa. Semangat dan dedikasi para peserta menjadi modal penting dalam membangun perpustakaan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Ulfi, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana untuk mendorong perpustakaan desa agar terus berkembang sebagai pusat belajar dan pemberdayaan masyarakat.

“Menang atau tidak menang dalam sebuah lomba adalah hal yang biasa. Yang terpenting adalah proses yang sudah dilalui. Semua peserta telah berusaha menyiapkan inovasi, menunjukkan dedikasi dan memberikan yang terbaik bagi perpustakaan desanya. Pengalaman dan proses itulah yang menjadi kemenangan sejati,” jelasnya.

Penilaian lomba dilakukan berdasarkan delapan komponen utama, meliputi koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana, layanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, pengelolaan, inovasi dan kreativitas serta dampak perpustakaan bagi masyarakat.

Ulfi berharap pengembangan perpustakaan desa terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan yang memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan dan pendampingan.

“Ke depan kami berharap kecamatan juga menjadi bagian penting dalam penguatan perpustakaan desa. Kecamatan dapat memberikan motivasi dan pembinaan kepada desa-desa di bawah naungannya sehingga kualitas perpustakaan terus meningkat dari tahun ke tahun,” terangnya.

Lebih lanjut Ulfi mengingatkan para peraih prestasi agar tidak cepat berpuas diri dan terus menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan minat baca masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat kepada desa-desa yang berhasil meraih prestasi. Namun jangan merasa puas. Teruslah berinovasi, terus berkarya dan berdedikasi agar perpustakaan desa semakin maju serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (nab/zid)