Diskan Kabupaten Probolinggo Perkuat Budidaya Udang Berkelanjutan Lewat Sosialisasi Regulasi dan IPAL


Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo memperkuat komitmen mewujudkan budidaya udang yang berkelanjutan melalui sosialisasi pengawasan penggunaan obat ikan dan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi pelaku tambak udang intensif. Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Asosiasi Tambak Intensif (ASTIN) Cabang Probolinggo itu berlangsung di Happy Resto dan Café Kraksaan, Selasa (30/6/2026).

Sebanyak 30 petambak udang intensif dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan obat ikan sesuai regulasi terbaru, pengelolaan limbah tambak yang memenuhi standar lingkungan, hingga pengawasan kepatuhan pelaku usaha dalam mendukung daya saing produk perikanan.

Materi disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis, JF Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo Ani Ardi N serta Kepala Bidang Bina Usaha Diskan Kabupaten Probolinggo Asmiyati Kurnianingsih.

Kepala Bidang Bina Usaha Diskan Kabupaten Probolinggo Asmiyati Kurnianingsih mengatakan sosialisasi tersebut digelar sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pelaku budidaya udang, terutama terkait penggunaan antibiotik dan penerapan regulasi baru mengenai pengelolaan limbah tambak.

Menurutnya, masih ditemukan produk udang yang ditolak pembeli karena mengandung residu antibiotik, meskipun dalam kadar yang sangat rendah. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar kualitas produk budidaya dari Kabupaten Probolinggo tetap mampu bersaing di pasar.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada para petambak mengenai regulasi penggunaan obat ikan sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 Tahun 2024 sekaligus menyosialisasikan ketentuan terbaru mengenai pengelolaan IPAL berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1 Tahun 2025. Harapannya para pelaku usaha semakin memahami aturan yang berlaku sehingga produk udang Kabupaten Probolinggo memiliki daya saing yang tinggi dan memenuhi standar keamanan pangan," katanya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada petambak menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha budidaya udang, mulai dari penggunaan obat ikan, pengelolaan limbah hingga tantangan pemasaran.

"Melalui sharing session ini kami ingin mendengar langsung berbagai kendala yang dihadapi petambak. Dengan begitu, solusi yang diberikan bisa lebih tepat sasaran sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku," jelas Asmiyati.

Sementara Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Achmad Aruman menegaskan kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha budidaya udang sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk perikanan daerah.

"Penggunaan obat ikan harus sesuai aturan, pengelolaan limbah juga harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Ditambah lagi perizinan usaha harus lengkap. Jika semua itu dipenuhi, pemerintah akan memberikan jaminan dan kepastian terhadap keberlangsungan usaha budidaya udang," tegasnya.

Aruman memastikan pemerintah daerah siap memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar mampu memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pembinaan dilakukan untuk membantu petambak meningkatkan kualitas usaha, bukan sekadar melakukan pengawasan.

"Kami membuka ruang konsultasi dan pendampingan bagi para petambak, baik dengan Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup maupun DPMPTSP. Kami ingin membantu agar usaha mereka berkembang sesuai regulasi, bukan mencari-cari kesalahan," ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman petambak terhadap regulasi terbaru sekaligus memperkuat sektor budidaya udang di Kabupaten Probolinggo agar semakin maju, ramah lingkungan dan mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar nasional maupun ekspor.

"Kami bersyukur petambak menyambut positif kegiatan ini. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi ajang bertukar informasi mengenai persoalan teknis budidaya, perkembangan pasar, harga udang hingga regulasi pemerintah yang harus dipenuhi bersama," pungkasnya. (nab/zid)