Bupati Haris Minta Camat Kuasai Data dan Potensi Desa


Kraksaan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris meminta seluruh camat di Kabupaten Probolinggo untuk memahami secara mendalam kondisi, potensi, permasalahan serta kebutuhan prioritas di setiap desa sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran.

Arahan tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi (rakor) Kecamatan SAE dan mapping potensi kecamatan di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, para Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh camat se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam rakor tersebut, Camat Kraksaan Puja Kurniawan dan Camat Maron Nurhafiva memaparkan konsep Kecamatan SAE yang mengacu pada lima misi pembangunan daerah, yakni SAE Pemerintahan, SAE Ekonomi, SAE Pendidikan dan Kesehatan, SAE Infrastruktur serta SAE Sosial.

Bupati Haris menegaskan pemetaan wilayah harus dilakukan secara komprehensif dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dimiliki setiap desa. Menurutnya, data yang akurat akan membantu pemerintah menentukan kebijakan dan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Harapan saya, camat betul-betul tahu kekuatan dan kelemahan tiap desa. Harus ada peta desa yang berkembang, solusi yang ditawarkan dan kebutuhan prioritasnya. Itu yang kita harapkan sehingga pemerintah memahami kondisi riil di lapangan,” katanya.

Pada sektor ekonomi, Bupati Haris meminta camat mampu memetakan potensi unggulan wilayah sekaligus mengidentifikasi hambatan yang dihadapi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.

“Yang kita harapkan, kita paham potensi terbesar setiap kecamatan dan masalah utamanya dalam ekonomi. Kemudian solusi konkret yang bisa dilakukan pemerintah itu apa,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Haris menekankan pentingnya keterlibatan langsung camat dalam melihat kondisi lapangan, terutama pada sektor infrastruktur yang berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Camat harus tahu jalan mana yang paling urgent, mana yang berdampak langsung kepada ekonomi masyarakat. Camat yang paling memahami kebutuhan besar masyarakat di lapangan sehingga berhak mengusulkan prioritas pembangunan kepada OPD terkait,” jelasnya.

Menurut Bupati Haris, sinergi antara kecamatan dan OPD harus terus diperkuat agar data yang dimiliki dapat saling melengkapi dan menghasilkan kebijakan yang efektif.

“Data yang dimiliki kecamatan harus dipadukan dengan data OPD agar menghasilkan kebijakan yang tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Bupati Haris juga mengingatkan agar para camat tidak hanya berfokus pada laporan administratif, tetapi memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung dan manusiawi.

“Jangan hanya bicara data. Camat harus turun ke bawah, melihat dengan mata kepala sendiri seberapa urgent persoalan yang ada, termasuk kondisi jalan, jembatan dan fasilitas lainnya. Untuk sosial juga harus dipahami secara manusiawi, bukan sekadar angka,” ujarnya.

Ke depan, Bupati Haris berharap seluruh data pembangunan daerah dapat terintegrasi dalam satu sistem yang menjadi acuan bersama bagi seluruh perangkat daerah.

“Data ini harus disimpan dan menjadi acuan satu pintu. Jadi ketika saya bertanya tentang suatu persoalan, semua sudah tahu datanya sekaligus solusi yang akan dilakukan. Itu yang ingin kita bangun bersama,” pungkasnya. (nab/zid)