Probolinggo, Lensaupdate.com - Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin melakukan panen raya pisang cavendish di RT 7 RW 3 Kelurahan Wonoasih Kecamatan Wonoasih, Rabu (13/5/2026). Panen tersebut menjadi simbol penguatan program urban farming sekaligus pengembangan komoditas unggulan baru di Kota Probolinggo.
Lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi yang ditanami kurang lebih 280 pohon pisang cavendish itu dikelola oleh Yayasan Panti Asuhan Al Umah melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Menariknya, kebun tersebut sudah memasuki panen kedua karena tingkat produktivitasnya yang cukup tinggi.
Dalam kegiatan itu, Wali Kota tampak antusias memanen salah satu pohon pisang yang berbuah lebat. Setelah panen, ia bersama Penjabat Sekda Rey Suwigtyo, sejumlah pejabat Pemerintah Kota Probolinggo serta perwakilan LAZ Persada meninjau area perkebunan yang dikelola menggunakan sistem bagi hasil dengan warga setempat.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke LKSA Al Umah 1 yang berada di Perumahan Wonoasih Permai. Budidaya pisang cavendish tersebut dinilai menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat dan lembaga sosial dalam mengembangkan sektor pertanian perkotaan atau urban farming.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen menjadikan pisang cavendish sebagai salah satu komoditas unggulan daerah selain padi dan jagung.
“Kita akan menerapkan pisang cavendish menjadi komoditas utama di samping padi dan jagung. Kebutuhan pisang ini sangat banyak karena menjadi buah konsumsi harian,” ujarnya.
Menurut Aminuddin, potensi budidaya pisang cavendish di Kota Probolinggo cukup menjanjikan karena produktivitasnya tinggi dan masa panennya relatif cepat.
“Dalam satu bulan bisa mencapai sekitar 3 ton. Potensi ini sebenarnya luar biasa, hanya saja masyarakat belum banyak mengetahui peluang besarnya. Yang penting perawatannya tepat dan tidak terkena genangan air,” jelasnya.
Ia menambahkan kerja sama dengan Yayasan Al Umah menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan pertanian urban berbasis masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kerja sama dengan Al Umah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk pengembangan cavendish di Kota Probolinggo. Ke depan kami juga akan membagikan bibit kepada masyarakat,” tambahnya.
Selain pengembangan budidaya, pemerintah daerah juga akan melakukan pembinaan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan agar pemanfaatan tanaman pisang dapat dilakukan secara maksimal tanpa menyisakan limbah.
Sementara Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Umah Ustaz Sanip mengungkapkan saat ini pihaknya mengelola sekitar 4 hektar lahan pisang cavendish dengan masa panen hampir setiap dua minggu sekali.
“Alhamdulillah saat ini kami memiliki sekitar 4 hektar lahan dan hampir setiap dua minggu sekali bisa panen pisang cavendish. Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Probolinggo untuk menjadikan cavendish sebagai ikon daerah,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam proses pengemasan dan distribusi hasil panen. Saat ini pengemasan masih dilakukan di luar kota dan sebagian besar hasil produksi dipasarkan ke Surabaya.
Melalui pengembangan urban farming ini, Pemerintah Kota Probolinggo berharap budidaya pisang cavendish mampu memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat serta peningkatan ekonomi lokal. (mel/fas)
