Kraksaan, Lensaupdate.com - Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo melalui Pokja III menggelar pelatihan pengelolaan sampah skala rumah tangga di Hutan Kota Kraksaan, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan mulai dari lingkungan keluarga.
Pelatihan dibuka Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ dan diikuti pengurus Pokja III TP PKK Kabupaten Probolinggo, TP PKK kecamatan, TP PKK desa hingga organisasi wanita se-Kecamatan Kraksaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai aksi nyata penanganan krisis sampah serta pengelolaan sampah rumah tangga yang disampaikan oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ dan Penggiat Lingkungan Desa Binor Kecamatan Paiton Hj. Hostifa Wati.
Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Probolinggo Titien Arif Kurniadi mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis rumah tangga melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse dan Recycle (3R).
“Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga melalui pemilahan dan pengolahan sampah secara bijak,” katanya.
Menurut Titien, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dimanfaatkan secara kreatif.
Sementara Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menegaskan persoalan sampah rumah tangga harus menjadi perhatian bersama karena dapat menimbulkan pencemaran lingkungan hingga gangguan kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik.
“Jika sampah tidak dikelola dengan benar, dampaknya bisa menyebabkan banjir, pencemaran dan berbagai penyakit. Namun sebenarnya sampah juga memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan tepat,” ujarnya.
Menurut Ning Hani, TP PKK ingin mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi memandang sampah sebagai masalah, tetapi sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Melalui keterampilan memilah sampah, membuat kompos, ecobrick hingga kerajinan daur ulang, masyarakat bisa menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga,” jelasnya.
Selain mendapatkan materi, peserta juga mengikuti praktik pembuatan komposter sederhana dari galon air mineral bekas bersama Tim Pokja III TP PKK Kabupaten Probolinggo dan trainer dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo.
Komposter tersebut dibuat menggunakan bahan sederhana seperti galon bekas, kran plastik, decomposer EM4 dan sampah organik rumah tangga berupa sisa sayuran, daun kering hingga kulit buah. Hasil pengolahan nantinya berupa kompos dan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman.
Seluruh komposter hasil praktik dibawa pulang peserta sebagai bentuk penerapan nyata pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan masing-masing. (nab/zid)
