Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat melalui kejuruan las listrik, service AC dan listrik di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Probolinggo mulai Senin (4/5/2026). Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam mencetak tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
Setiap kejuruan diikuti 16 peserta dengan durasi pelatihan selama 30 hari kerja. Setelah pelatihan selesai, para peserta akan mengikuti uji kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Singosari untuk memperoleh sertifikat nasional Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto. Turut hadir Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Probolinggo Nurhadi Wijayanto, Kepala BLK Kabupaten Probolinggo Jumhari serta para instruktur pelatihan.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan sarana dan prasarana pelatihan serta kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada peserta.
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan pelatihan berbasis kompetensi tersebut dirancang agar peserta memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu membuka peluang usaha mandiri.
“Pelatihan ini berbasis kompetensi sehingga peserta benar-benar dilatih sesuai kemampuan keahliannya. Setelah selesai pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi dari LSP Singosari dan mendapatkan sertifikat nasional dari BNSP,” katanya.
Menurut Saniwar, kegiatan pelatihan tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Probolinggo sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Harapannya setelah selesai pelatihan semua peserta bisa bekerja. Kalau tidak masuk perusahaan, mereka bisa berwirausaha mandiri karena sudah punya pengalaman dan sertifikat kompetensi nasional,” terangnya.
Ia menambahkan, lulusan pelatihan bersertifikat nasional memiliki peluang besar untuk direkrut perusahaan. Bahkan untuk kejuruan listrik sudah ada perusahaan yang menyatakan siap menerima tenaga kerja hasil pelatihan tersebut.
“Biasanya peserta yang sudah memiliki sertifikat nasional akan dicari perusahaan. Untuk kejuruan listrik sudah ada perusahaan yang siap merekrut hasil peserta pelatihan ini,” tambahnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin dan kesungguhan agar ilmu yang diperoleh benar-benar menjadi bekal masa depan.
“Ikuti betul-betul dan pelajari sampai paham. Hari ini kalian adalah anak didik yang menerima ilmu untuk menjadi calon orang sukses,” ujarnya.
Menurut Sekda Ugas, keterampilan teknis seperti las listrik, listrik dan service AC memiliki prospek besar untuk berkembang menjadi usaha mandiri maupun profesi yang menjanjikan.
“Jangan menganggap pekerjaan tukang las, tukang listrik atau bidang teknis lainnya tidak bisa sukses. Banyak juragan besar lahir dari keterampilan seperti ini karena mereka tekun belajar dan bekerja dari bawah,” jelasnya.
Sekda Ugas berharap program pelatihan berbasis kompetensi tersebut dapat membantu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja di Kabupaten Probolinggo.
“Harapan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati, kegiatan ini bisa membantu mengurangi pengangguran. Tetap semangat, terus belajar dan jangan takut bertanya agar ilmu yang diperoleh benar-benar dipahami,” pungkasnya. (nab/zid)
.jpeg)