Banyuanyar, Lensaupdate.com – Puluhan penggiat pertanian organik di Kecamatan Banyuanyar mengikuti pelatihan perbaikan tanah ramah lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami dan lokal, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertanian sehat dan berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis.
Pelatihan yang dilaksanakan secara swadaya mandiri tersebut mendapat pendampingan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Banyuanyar dan diikuti kelompok tani yang ingin menerapkan sistem budidaya organik secara berkelanjutan.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung pembuatan berbagai sarana pertanian alternatif seperti Photosynthetic Bacteria (PSB), asam amino dan Jadam Sulfur yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kesuburan tanah sekaligus pengendalian hama tanaman.
Kegiatan menghadirkan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Ika Ratmawati sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Ika Ratmawati menjelaskan eceng gondok yang selama ini dianggap gulma ternyata dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembenah tanah ramah lingkungan melalui proses fermentasi sederhana.
“Eceng gondok bisa dimanfaatkan menjadi asam humat yang bermanfaat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan unsur hara. Bahannya mudah ditemukan dan biayanya jauh lebih murah,” katanya.
Selain itu, peserta juga diajarkan membuat Jadam Sulfur sebagai pestisida nabati yang berfungsi mengendalikan hama dan penyakit tanaman secara alami.
“Jadam Sulfur ini bisa dimanfaatkan sebagai insektisida sekaligus fungisida ramah lingkungan sehingga penggunaan bahan kimia sintetis bisa ditekan,” jelasnya.
Sementara larutan PSB yang dibuat dari campuran telur, terasi dan micin difermentasi untuk membantu meningkatkan kesehatan tanaman melalui penyemprotan daun.
Salah satu petani asal Desa Tarokan Sanhaji mengaku pelatihan tersebut sangat membantu petani dalam mencari alternatif sarana produksi yang lebih murah dan mudah diterapkan.
“Setelah dipraktikkan ternyata bahan-bahannya mudah ditemukan di sekitar kita. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan agar petani semakin mandiri,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Gapoktan Kecamatan Banyuanyar Edy Suprayitno menyampaikan gerakan pertanian organik membutuhkan kesadaran bersama karena kondisi lahan pertanian saat ini mulai mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan bahan kimia berlebihan.
“Kami ingin mengajak petani perlahan kembali menggunakan bahan organik agar kondisi tanah tetap sehat dan produktivitas pertanian bisa berkelanjutan,” terangnya.
Sementara Koordinator BPP Kecamatan Banyuanyar Inayah Fatmawati menegaskan pihaknya siap mendukung pengembangan pertanian ramah lingkungan melalui pendampingan dan pelatihan bagi petani.
“Petani tetap bisa produktif tanpa merusak lingkungan. Kami berharap keterampilan ini dapat diterapkan secara konsisten sehingga ketergantungan terhadap pupuk sintetis bisa dikurangi,” pungkasnya. (ren/zid)
.jpeg)