Kraksaan, Lensaupdate.com - Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris menegaskan pentingnya pendampingan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) sebagai langkah utama mencegah stunting sejak dini. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas pendamping ibu hamil KEK di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo tersebut diikuti perwakilan 10 puskesmas bersama kader pendamping, TP PKK kecamatan dan tenaga nutrisionis sebagai bagian dari penguatan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris I TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami serta Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Pertama Dinkes Provinsi Jawa Timur Pungki Anggraeni Mustika.
Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengatakan upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan dengan memastikan kondisi kesehatan dan gizi ibu tetap terjaga.
“Penanganan stunting tidak bisa dimulai saat anak sudah lahir, tetapi harus sejak masa kehamilan bahkan sejak seorang ibu mempersiapkan generasi penerusnya,” katanya.
Menurut Ning Marisa, ibu hamil dengan kondisi KEK memerlukan perhatian dan pendampingan lebih intensif karena berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah hingga memicu stunting.
“Kader pendamping memiliki peran penting untuk memastikan ibu hamil mendapatkan edukasi, perhatian dan pemantauan yang baik selama masa kehamilan,” jelasnya.
Ia menegaskan pendamping ibu hamil tidak hanya bertugas melakukan pencatatan, tetapi juga harus mampu menjadi penguat psikologis sekaligus pengingat bagi ibu hamil agar menjaga pola makan, kesehatan dan kecukupan gizi.
“Pendamping harus hadir sebagai teman bagi ibu hamil. Ketika seorang ibu merasa diperhatikan dan didampingi, maka proses kehamilan akan lebih sehat dan terarah,” terangnya.
Ning Marisa juga mengingatkan bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan ibu dan anak saat ini. Karena itu, seluruh pihak diminta memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan stunting.
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak sehat hari ini akan menjadi penentu kemajuan Kabupaten Probolinggo ke depan,” tegasnya.
Ia mengajak TP PKK, kader kesehatan, tenaga medis hingga pemerintah kecamatan dan desa untuk terus bersinergi memberikan edukasi dan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat.
Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas tersebut bertujuan memperkuat kemampuan kader dalam melakukan edukasi dan intervensi kepada ibu hamil KEK.
“Harapannya ibu dan bayi tetap sehat, ASI eksklusif berjalan baik serta tidak ada lagi bayi lahir dengan berat badan lahir rendah,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Dinkes Provinsi Jawa Timur mengenai strategi pendampingan ibu hamil KEK, pemenuhan gizi ibu hamil serta langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini di masyarakat. (nab/zid)
