FKDT dan Kemenag Kabupaten Probolinggo Perkuat Administrasi dan Legalitas Madrasah Diniyah


Gending, Lensaupdate.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo bersama DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Probolinggo memperkuat tata kelola madrasah diniyah (madin) melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Education Management Information System (EMIS) dan proses penerbitan Izin Operasional (IJOP) Madin di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah Kecamatan Gending, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para pengelola madrasah diniyah se-Kabupaten Probolinggo. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), operator EMIS serta jajaran pengurus FKDT Kabupaten Probolinggo.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur menegaskan penguatan administrasi dan pengelolaan data menjadi kebutuhan penting dalam mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan keagamaan di tengah perkembangan sistem pendidikan yang semakin dinamis.

“Bimtek ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola madrasah diniyah agar lebih tertib, terstruktur dan mampu mengikuti perkembangan sistem pendidikan berbasis data,” katanya.

Menurut Samsur, jumlah madrasah diniyah di Kabupaten Probolinggo yang cukup besar harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pengelolaan lembaga, termasuk dalam pemenuhan administrasi dan legalitas operasional.

“Madrasah diniyah memiliki peran besar dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu pengelolaannya harus dilakukan secara baik, mulai dari administrasi, kurikulum hingga pelaporan data EMIS,” jelasnya.

Samsur juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan lembaga dalam melakukan pembaruan data EMIS karena seluruh program bantuan pemerintah berbasis pada validitas data yang dimiliki masing-masing lembaga.

“Semua bantuan dan kebijakan sekarang berbasis data EMIS. Maka setiap lembaga harus aktif dan disiplin melakukan penginputan sesuai jadwal yang ditentukan,” tegasnya.

Selain membahas pengelolaan EMIS, kegiatan tersebut juga memberikan pendampingan terkait proses penerbitan IJOP madrasah diniyah agar lembaga memiliki legalitas resmi dan dapat mengakses berbagai program bantuan pemerintah.

“Kami ingin seluruh madrasah diniyah memiliki legalitas yang jelas sehingga dapat berkembang lebih baik dan mendapatkan dukungan program sesuai regulasi yang berlaku,” terangnya.

Sementara Wakil Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo Anas menyampaikan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk pendampingan kepada pengelola madrasah diniyah yang masih mengalami kendala dalam pengelolaan administrasi dan sistem EMIS.

“Harapannya setelah kegiatan ini pengelolaan administrasi madin semakin tertib dan kualitas kelembagaan madrasah diniyah di Kabupaten Probolinggo terus meningkat,” pungkasnya. (nab/zid)