DKP Kabupaten Probolinggo Distribusikan Beras Fortifikasi untuk Cegah Stunting


Besuk, Lensaupdate.com - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan beras fortifikasi bagi balita, ibu hamil dan ibu menyusui di Balai Desa Bago Kecamatan Besuk, Rabu (13/5/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mempercepat penurunan angka Stunting di wilayah rawan pangan.

Sebanyak 134 penerima memperoleh bantuan beras fortifikasi dengan total distribusi mencapai 3.120 kilogram. Bantuan diberikan kepada balita, ibu hamil dan ibu menyusui dari empat desa di Kecamatan Besuk, yakni Desa Bago, Matekan, Jambangan dan Kecik.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Plt Kepala DKP Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami, Sekretaris Kecamatan Besuk Sutomo serta Kepala Desa Bago Nawawi.

Plt Kepala DKP Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan bantuan beras fortifikasi merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan di wilayah yang masuk kategori rawan pangan.

“Kecamatan Besuk, khususnya empat desa ini, termasuk wilayah rawan pangan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Karena itu kami menyalurkan beras fortifikasi yang mengandung vitamin dan mineral untuk membantu menekan risiko stunting,” katanya.

Menurut Arif, beras fortifikasi dipilih karena telah diperkaya kandungan gizi yang dibutuhkan untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.

Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh penerima sesuai peruntukannya agar kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi secara optimal.

“Kami berharap bantuan ini dikonsumsi oleh penerima manfaat dan tidak diperjualbelikan sehingga tujuan pemenuhan gizi bisa tercapai,” jelasnya.

Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi rutin selama tiga bulan bersama kader kesehatan dan tim pendamping desa untuk memastikan program berjalan efektif.

“Setiap bulan akan dilakukan pemantauan oleh kader dan tim pendamping desa sebagai bagian dari intervensi penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Melalui program bantuan beras fortifikasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap kondisi gizi ibu dan anak semakin membaik sehingga angka stunting di wilayah rawan pangan dapat terus ditekan. (ren/zid)