Krucil, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan bagi Kepengurusan Kampung Siaga Bencana (KSB) tahun 2026 di Bremi Eco Park Kecamatan Krucil, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah antisipasi kebencanaan bagi wilayah rawan banjir dan tanah longsor di Kabupaten Probolinggo, khususnya Kecamatan Tiris yang selama ini dikenal memiliki risiko bencana cukup tinggi. Pelatihan dilaksanakan melalui metode pembelajaran dan simulasi lapangan terkait penanganan dasar kebencanaan yang wajib dipahami setiap anggota KSB.
Peserta kegiatan berasal dari KSB Tiris Bersatu yang beranggotakan 50 orang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, pemuda dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
KSB Tiris Bersatu sendiri dibentuk dari tiga desa rawan bencana di Kecamatan Tiris yakni Desa Andungbiru, Desa Andungsari dan Desa Tiris yang juga menjadi wilayah penyangga saat terjadi banjir maupun tanah longsor. Untuk memperkuat kapasitas peserta, Dinsos Kabupaten Probolinggo menghadirkan narasumber dari Bidang Penanganan Bencana Dinsos Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto mengatakan penguatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Masyarakat desa menjadi pihak pertama yang harus mampu melakukan penanganan awal ketika bencana terjadi sebelum bantuan lanjutan datang.
“Kegiatan ini menjadi bentuk penguatan kapasitas masyarakat agar memiliki kesiapan dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi kebencanaan di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Rachmad menjelaskan keberadaan Kampung Siaga Bencana sangat strategis karena mampu mempercepat koordinasi, evakuasi serta penanganan awal bagi masyarakat terdampak. Karena itu, pihaknya berharap anggota KSB dapat terus menjaga komitmen dan aktif berperan dalam kegiatan mitigasi maupun penanganan darurat bencana.
“Kami berharap KSB Tiris Bersatu mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana sekaligus meningkatkan budaya sadar mitigasi di lingkungan desa,” jelasnya.
Sementara Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Bekti Dinarwati menyampaikan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik simulasi penanganan bencana secara langsung.
“Pembelajaran lapangan sangat penting agar anggota KSB memahami langkah cepat yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Kegiatan ini memberikan bekal pengetahuan dan simulasi penanganan bencana sehingga anggota KSB mampu melakukan tindakan cepat dan tepat saat terjadi bencana,” ujarnya.
Bekti menambahkan Dinsos Kabupaten Probolinggo juga telah menyiapkan logistik bantuan dasar yang ditempatkan di Lumbung Sosial Desa Andungbiru Kecamatan Tiris untuk mendukung penanganan darurat kebencanaan.
Selain itu, kelembagaan KSB Tiris Bersatu yang telah direvitalisasi nantinya akan diperkuat melalui Surat Keputusan Bupati Probolinggo agar koordinasi penanganan bencana berjalan lebih optimal.
“Dengan penguatan kelembagaan melalui SK Bupati, kami berharap koordinasi dan kesiapsiagaan KSB semakin kuat dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung lancar hingga malam hari dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta dan panitia. Melalui pelatihan ini, Dinsos Kabupaten Probolinggo berharap masyarakat desa rawan bencana semakin siap menghadapi kondisi darurat sekaligus mampu meminimalkan risiko korban saat terjadi bencana alam. (ren/zid)
