Probolinggo, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui dukungan sarana kerja digital bagi penerima manfaat pelatihan teknologi informasi, Senin (25/5/2026). Upaya tersebut diwujudkan dengan penyerahan bantuan laptop kepada dua penyandang disabilitas yang telah mengikuti pelatihan keterampilan talenta TI dari UPT Sentra Soeharso Surakarta.
Dua penerima bantuan tersebut masing-masing Moh Hosen, warga Desa Widoro Kecamatan Krejengan dan Herman, warga Desa Karanganyar Kecamatan Bantaran. Bantuan diberikan sebagai tindak lanjut program penguatan kapasitas penyandang disabilitas agar mampu mandiri secara ekonomi melalui bidang teknologi digital.
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Samsul Hadi mengatakan bantuan laptop menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan penyandang disabilitas setelah mereka memperoleh pelatihan keterampilan teknologi informasi.
“Setelah mendapatkan pelatihan keterampilan talenta TI di Sentra Soeharso Surakarta, mereka juga perlu didukung alat kerja. Karena itu kami memberikan bantuan laptop sebagai modal utama untuk mandiri dan produktif,” katanya.
Menurut Samsul, kombinasi antara pelatihan keterampilan dan dukungan sarana kerja diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk masuk ke dunia kerja berbasis digital.
“Ilmu sudah didapat melalui pelatihan, kemudian modal kerja juga diberikan berupa laptop. Dengan kombinasi ini peluang mereka untuk bekerja secara digital menjadi lebih besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi saat ini menghadirkan banyak kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Dengan kemampuan digital yang dimiliki, mereka dapat bekerja secara daring tanpa harus terbatas kondisi fisik maupun lokasi kerja.
“Sekarang dunia kerja digital sangat terbuka. Penyandang disabilitas juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, bekerja dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,” tegasnya.
Samsul menambahkan para penerima manfaat nantinya memiliki peluang bekerja sebagai freelancer, content creator, programmer hingga membuka usaha digital mandiri berbasis keterampilan yang telah dimiliki.
Melalui program tersebut, Dinsos Kabupaten Probolinggo berharap penyandang disabilitas semakin percaya diri dan mampu menunjukkan potensi yang dimiliki di tengah perkembangan ekonomi digital.
“Kami ingin penyandang disabilitas tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi benar-benar bisa mandiri dan memiliki penghasilan melalui keterampilan yang dimiliki,” pungkasnya. (ren/zid)
