Kraksaan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyerahkan penghargaan Anugerah Inovasi Daerah (INODA) Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 kepada para inovator terbaik dari berbagai sektor di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (20/5/2026).
Penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan tersebut diserahkan bertepatan dengan apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026. Turut mendampingi dalam kegiatan itu Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto dan Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Juwono P. Utomo.
Dalam sambutannya, Bupati Haris memberikan apresiasi kepada Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) yang terus mendorong tumbuhnya budaya inovasi di lingkungan masyarakat maupun perangkat daerah.
“Saya ingin mengajak masyarakat untuk membangun positive vibe. Apa yang menjadi kelebihan Kabupaten Probolinggo harus kita dorong dan tunjukkan,” katanya.
Kompetisi INODA 2026 melahirkan berbagai inovasi unggulan dari empat kategori utama meliputi bidang pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan serta inovasi masyarakat dan pelajar.
Pada kategori bidang pendidikan, Juara I diraih tim SDN Mranggonlawang II Dringu melalui inovasi “Gema Si Bujuli Sebagai Inovasi Penguatan Budaya Literasi”. Juara II diraih SDN Rambaan Kecamatan Sumber dengan inovasi “SAE Tuntas Sekolah”, sedangkan Juara III diraih SMPN 1 Kotaanyar lewat inovasi “Literaku SMP+”.
Di kategori kesehatan, Puskesmas Krucil berhasil meraih Juara I melalui inovasi “Kesatria SAE”. Juara II diraih Puskesmas Banyuanyar dengan inovasi “MONIKA” dan Juara III diperoleh RSUD Tongas melalui inovasi “Bakpia Si Mantap”.
Sementara kategori inovasi tata kelola dan pelayanan pemerintahan dimenangkan Desa Pondok Kelor Kecamatan Paiton melalui inovasi integrasi bank sampah digital dan CCTV berbasis aplikasi. Sedangkan kategori inovasi masyarakat dan pelajar dimenangkan masyarakat Desa Bimo Kecamatan Pakuniran melalui inovasi “FERTIGEL”.
Bupati Haris berharap ajang INODA mampu menjadi pemicu lahirnya inovasi-inovasi baru yang memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Semangat inovasi harus terus tumbuh di semua sektor agar Kabupaten Probolinggo semakin maju, adaptif dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” terangnya.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, seluruh inovasi peraih penghargaan INODA 2026 akan difasilitasi Bapelitbangda untuk pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sekaligus dipersiapkan mengikuti kompetisi inovasi tingkat provinsi maupun nasional. (nab/zid)
