Bakorwil Malang Dorong Green Forestry dan Green Economy Berkelanjutan


Malang, Lensaupdate.com - Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi pembangunan kewilayahan berkelanjutan melalui pengembangan green forestry dan green economy di wilayah kerjanya. Komitmen tersebut disampaikan dalam Webinar ASN Kampus Satelit Tahun 2026 yang digelar Senin (25/5/2026).

Kegiatan bertema “Sinergi Pembangunan Kewilayahan Berkelanjutan dan Pelestarian Kehutanan dalam Mewujudkan Green Forestry dan Green Economy di Wilayah Kerja Bakorwil III Malang” itu menghadirkan Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar menegaskan Bakorwil memiliki peran strategis sebagai simpul koordinasi pembangunan daerah melalui fungsi koordinasi, sinkronisasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi, pembinaan hingga pengawasan pembangunan di wilayah kerja masing-masing.

Menurutnya, wilayah kerja Bakorwil Malang yang mencakup sembilan kabupaten/kota memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, pertanian dan pariwisata sekaligus kawasan penyangga lingkungan hidup di Jawa Timur.

Namun demikian, wilayah tersebut juga menghadapi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan seperti meningkatnya timbulan sampah, degradasi kawasan hutan, tekanan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas hingga dampak perubahan iklim berupa banjir dan longsor.

“Bakorwil hadir untuk memperkuat solusi urusan pembangunan dan pemerintahan melalui semangat gotong royong. Tantangan pembangunan saat ini membutuhkan koordinasi, kolaborasi, sinergi dan orkestrasi lintas sektor agar pembangunan berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Asep.

Asep menjelaskan sejumlah isu strategis kewilayahan yang menjadi perhatian Bakorwil Malang meliputi penguatan reformasi kehutanan dan pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah regional, pengendalian pencemaran lingkungan, pengembangan green economy berbasis UMKM hingga penguatan stabilitas ekonomi daerah.

Sebagai bentuk implementasi, Bakorwil Malang telah memfasilitasi berbagai program strategis seperti Workshop Reformasi Kehutanan Menuju Indonesia Emas 2045, penguatan forum kebijakan subsektor kehutanan berbasis data dan keberlanjutan lingkungan hingga fasilitasi percepatan pengembangan TPA/TPST Regional Blitar Raya.

Selain itu, Bakorwil Malang juga melakukan pendampingan sertifikasi halal bagi 100 UMKM di wilayah Malang Raya sebagai bagian dari penguatan ekonomi hijau dan peningkatan daya saing usaha masyarakat.

Tidak hanya fokus pada sektor lingkungan dan ekonomi, Bakorwil Malang turut aktif melakukan koordinasi penanganan kebencanaan kawasan Bromo Tengger Semeru, sinkronisasi batas wilayah serta fasilitasi penyelesaian konflik pengelolaan destinasi wisata Tumpak Sewu antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Dalam mendukung kepedulian terhadap lingkungan, Bakorwil Malang juga menyelenggarakan Lomba Inovasi Blue Green Pengelolaan Lingkungan Hidup se-Wilker Bakorwil Malang yang diikuti 110 peserta serta mengembangkan program ekonomi hijau berbasis digital melalui VESTAWIL.ID.

Asep menegaskan keberhasilan pembangunan kewilayahan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas hingga masyarakat.

“Penguatan sinergi antarwilayah dan lintas sektor menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang adaptif, berdaya saing dan berwawasan lingkungan sehingga tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian kehutanan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ist/zid)