Kraksaan, Lensaupdate.com - Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya Kecamatan Kraksaan dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring serta evaluasi (monev) stabilisasi harga dan pasokan barang penting, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan tim dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Mehdinsareza Wiriarsa, Camat Kraksaan Puja Kurniawan serta sejumlah pejabat terkait.
Tim melakukan pengecekan langsung ke agen LPG 3 Kg di Kelurahan Patokan, dilanjutkan ke dua pangkalan di Desa Kalibuntu serta menyambangi pengecer dan masyarakat sebagai konsumen.
Dari hasil pemantauan, Wabup Fahmi menegaskan tidak ditemukan adanya pengurangan alokasi distribusi LPG 3 kilogram di tingkat agen maupun pangkalan.
“Kami sudah mengecek langsung ke agen dan pangkalan. Tidak ada pengurangan jatah harian. Alokasi yang berkisar 3.000 hingga 5.000 tabung per hari masih berjalan normal,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mengakui adanya keluhan masyarakat terkait kesulitan memperoleh LPG dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipicu oleh peningkatan konsumsi masyarakat.
“Rantai pasok dari SPBE ke agen hingga pangkalan masih aman. Namun konsumsi meningkat sejak Ramadhan hingga pasca Lebaran. Bahkan di beberapa wilayah tradisi Lebaran berlangsung lebih lama,” jelasnya.
Selain itu, isu kelangkaan yang beredar di media sosial turut memicu kepanikan masyarakat sehingga terjadi pembelian berlebih. Wabup Fahmi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.
“Kami menghimbau masyarakat tidak panik. Stok aman, jadi tidak perlu membeli secara berlebihan,” tegasnya.
Terkait harga, ia memastikan harga LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000. Namun, masih ditemukan harga lebih tinggi di tingkat pengecer.
“Di pangkalan sudah sesuai HET Rp18.000. Kalau di pengecer bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000. Ini yang sedang kami dalami,” terangnya.
Pemkab Probolinggo, lanjutnya, tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran, termasuk praktik penimbunan atau penyimpangan distribusi.
“Jika ada pelanggaran, kami akan tindak lanjuti. Sanksinya bisa berupa administratif hingga pencabutan izin usaha,” tambahnya.
Wabup Fahmi juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat jika menemukan praktik distribusi yang tidak sesuai aturan, termasuk penyaluran LPG 3 kilogram yang tidak melalui pangkalan resmi.
“Dengan kegiatan ini kami berharap stabilitas harga dan pasokan LPG 3 kilogram tetap terjaga serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (nab/zid)
