Kraksaan, Lensaupdate.com - Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 tahun 2026 di Alun-alun Kraksaan, Minggu (26/4/2026) malam, tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga panggung pelestarian budaya lokal. Salah satu penampilan yang menyita perhatian publik adalah Tari Kembang Genggong yang tampil memukau di hadapan ribuan penonton.
Tarian kreasi ini merupakan karya Sanggar Linggih Kecamatan Pajarakan yang lahir pada tahun 2023. Sejak pertama kali dipentaskan dalam Festival Lomba Tari Kreasi Kabupaten Probolinggo, Tari Kembang Genggong langsung mendapatkan apresiasi luas berkat keunikan gerakan dan filosofi yang diusung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama jajaran Forkopimda turut menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba tari tradisional Kembang Genggong serta keluarga pelaku seni budaya di Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Akhmad Arief Hermawan menjelaskan bahwa Tari Kembang Genggong terinspirasi dari bunga Genggong yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat setempat.
“Bunga Genggong merupakan simbol keindahan dan kesucian yang dahulu tumbuh di kawasan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan dalam gerakan tari yang anggun dan penuh makna,” ujarnya.
Ia menambahkan, cerita masyarakat juga menyebutkan bahwa bunga tersebut pertama kali ditanam oleh warga Desa Kambang Rawi yang kini dikenal sebagai Desa Ketompen. "Nilai historis inilah yang memperkuat identitas tarian sebagai representasi kearifan lokal," lanjutnya.
Penampilan Tari Kembang Genggong berhasil memikat penonton melalui perpaduan gerakan yang lembut, kostum yang artistik serta iringan musik yang harmonis. Pertunjukan ini menjadi salah satu sajian terbaik dalam penutupan Harjakapro ke-280.
"Momentum ini sekaligus menjadi bukti bahwa budaya lokal terus hidup dan berkembang melalui kreativitas generasi muda. Diharapkan ke depan akan lahir lebih banyak karya seni yang mampu mengangkat potensi budaya daerah ke panggung yang lebih luas," jelasnya.
Dengan digelarnya kembali lomba tari kreasi pada tahun 2026, masyarakat pun semakin optimistis terhadap keberlanjutan pelestarian seni budaya di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
