Sukapura, Lensaupdate.com - Upaya meningkatkan kualitas layanan pariwisata di kawasan Bromo terus dilakukan melalui pembinaan terhadap pelaku jasa persewaan kuda tunggang. Kegiatan ini digelar di Laut Pasir Bromo Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Kamis (9/4/2026) dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Pembinaan yang diinisiasi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut diikuti sekitar 100 peserta, terdiri dari pemilik dan perawat kuda, paguyuban kuda serta perwakilan instansi lintas sektor.
Sejumlah materi disampaikan dalam kegiatan ini, mulai dari pengelolaan jasa wisata kuda oleh pihak TNBTS, aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo hingga standar keselamatan wisatawan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait wawasan kebangsaan dari Komando Latihan Marinir.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto menegaskan kesejahteraan kuda menjadi faktor utama dalam menunjang keberlanjutan wisata di kawasan Bromo.
“Kesehatan dan kesejahteraan kuda harus menjadi prioritas. Pemilik dan perawat kuda perlu memahami cara perawatan yang benar agar kuda tetap sehat dan layak digunakan sebagai sarana wisata,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi kuda yang prima tidak hanya berdampak pada performa hewan, tetapi juga mempengaruhi citra pariwisata daerah. Oleh karena itu, pengaturan pola pakan, waktu kerja serta perawatan rutin harus dilakukan secara optimal.
“Jam kerja kuda juga harus diperhatikan dan tidak boleh berlebihan. Kuda membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar tidak mengalami kelelahan maupun stres,” tegasnya.
Selain aspek kesehatan hewan, pembinaan ini juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Edukasi kepada pelaku usaha dinilai menjadi kunci dalam menciptakan standar layanan yang profesional dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan wisata di Bromo tidak hanya menarik, tetapi juga aman dan berstandar, baik dari sisi pelayanan maupun kesejahteraan hewan,” tambahnya.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pelaku jasa wisata kuda di kawasan Bromo dapat meningkatkan kompetensi, mematuhi regulasi serta menerapkan standar pelayanan yang lebih baik. Dengan demikian, pariwisata Bromo diharapkan semakin berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan," pungkasnya. (put/zid)
