Lestarikan Budaya Daerah, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Gelar Lomba Tari Kembang Genggong


Kraksaan, Lensaupdate.com - Upaya pelestarian budaya daerah terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui berbagai kegiatan kreatif. Salah satunya lewat lomba Tari Kembang Genggong yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro ke-280 yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal. Sebanyak perwakilan guru dari 23 kecamatan ikut ambil bagian, menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam seni tari tradisional.

Tari Kembang Genggong sendiri merupakan kesenian khas yang mulai berkembang di Kabupaten Probolinggo. Lomba ini menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan tarian tersebut agar semakin dikenal masyarakat luas.

Penampilan para peserta mendapat penilaian dari dewan juri yang terdiri dari praktisi seni, termasuk Theresia Margaretha yang dikenal sebagai pencipta tari tersebut pada tahun 2023. Kehadiran juri dari luar daerah memberikan perspektif baru serta meningkatkan kualitas kompetisi.

Berdasarkan hasil penilaian, Kecamatan Wonomerto berhasil meraih juara pertama. Disusul Kecamatan Banyuanyar di posisi kedua dan Kecamatan Sumberasih sebagai juara ketiga. Sementara itu, juara harapan diraih oleh Kecamatan Lumbang dan Kecamatan Sukapura.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai lomba tersebut mampu menjadi wadah untuk melahirkan karya-karya tari baru yang memperkaya khazanah budaya daerah.

“Lembaga pendidikan memiliki peran penting sebagai pilar utama dalam memajukan kebudayaan, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Akhmad Arief Hermawan menjelaskan bahwa lomba ini merupakan langkah strategis untuk memperluas pengenalan Tari Kembang Genggong.

“Tari ini awalnya berkembang di Kecamatan Pajarakan. Melalui lomba ini, kami ingin memperluas jangkauan agar bisa dipelajari di seluruh kecamatan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Probolinggo agar kesenian lokal tidak hanya berkembang di wilayah asalnya, tetapi dapat diajarkan secara merata kepada generasi muda.

Dengan melibatkan para guru sebagai peserta, diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diteruskan kepada siswa di sekolah masing-masing. Strategi ini dinilai efektif dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional di tengah arus modernisasi.

Arief menambahkan, pihaknya juga mendorong para pelaku seni untuk terus berinovasi. Ia berharap akan muncul karya-karya baru yang dapat memperkaya ragam budaya di Kabupaten Probolinggo.

“Kami ingin sanggar-sanggar seni semakin kreatif menciptakan tarian baru sehingga kekayaan budaya daerah semakin berkembang,” tambahnya.

Melalui lomba Tari Kembang Genggong ini, Pemkab Probolinggo menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya. Tidak hanya sebagai identitas daerah, tetapi juga sebagai aset penting bagi generasi mendatang yang harus terus dilestarikan. (nab/zid)