Kolaborasi Global, Dinkes Kabupaten Probolinggo Percepat Eliminasi TBC 2026


Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus mengintensifkan upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Hal ini diwujudkan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) program TBC tahun 2026 di ruang pertemuan Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut dipandu Wasor TBC Dinkes Kabupaten Probolinggo S. Trisnoharini dan dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Nina Kartika. Monev ini juga melibatkan tim Life-saving Facility and Community-based Service Delivery Support (FCSDS) dari Stop TB Partnership Indonesia (STPI) sebagai mitra strategis.

Hadir sebagai narasumber, Wasor TBC Dinkes Provinsi Jawa Timur Christian Yochanan dan Ivanullah Anggriawan yang memberikan penguatan teknis terkait integrasi layanan berbasis fasilitas kesehatan dan komunitas.

Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika menegaskan kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan program penanggulangan TBC berjalan sesuai target sekaligus mengevaluasi berbagai kendala di lapangan.

“Kolaborasi menjadi kunci utama dalam percepatan eliminasi TBC. Kita membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk dukungan dari mitra nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurut Nina, program FCSDS yang didukung oleh pemerintah Amerika Serikat memberikan kontribusi besar dalam penguatan layanan TBC di daerah. Dukungan tersebut mencakup penemuan kasus secara aktif, investigasi kontak erat hingga penanganan kasus TBC resistan obat.

“Pendampingan teknis juga diberikan kepada tenaga kesehatan, baik di fasilitas layanan maupun di tingkat komunitas, sehingga penanganan bisa lebih luas dan efektif,” jelasnya.

Sementara itu, Christian Yochanan menekankan pentingnya deteksi dini dan keberlanjutan pengobatan sebagai faktor penentu keberhasilan program eliminasi TBC. Ia mendorong agar pendekatan berbasis komunitas terus diperkuat.

“Semakin cepat kasus ditemukan, maka penanganan juga bisa segera dilakukan. Pendekatan komunitas menjadi kunci untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap koordinasi antar pemangku kepentingan semakin solid serta mampu membangun sistem layanan kesehatan yang lebih responsif terhadap penyakit menular.

Dengan dukungan Stop TB Partnership Indonesia dan berbagai pihak lainnya, target eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030 diharapkan dapat tercapai. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menekan angka penularan TBC di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)