Madinah, Lensaupdate.com – Jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam kloter 3 melaksanakan kunjungan edukatif ke percetakan Al-Qur’an di Madinah, Senin (27/4/2026) pagi waktu setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan Ahmadi menjelaskan, percetakan yang dikunjungi merupakan fasilitas milik pemerintah Arab Saudi yang memproduksi Al-Qur’an dalam berbagai ukuran dan jenis.
“Jamaah haji Kabupaten Probolinggo dalam hal ini kloter 3 hari ini melaksanakan kunjungan study tour ke Madba’ah Mushaf Al-Qur’an di Madinah. Di tempat ini dicetak Al-Qur’an dengan berbagai ukuran, mulai dari kecil, sedang hingga besar, termasuk yang terdiri dari lima juz hingga lengkap 30 juz,” ujarnya.
Menurutnya, percetakan tersebut menggunakan bahan kertas berkualitas tinggi sehingga menghasilkan mushaf Al-Qur’an dengan mutu yang sangat baik. Hasil cetakan dari fasilitas ini kemudian didistribusikan ke berbagai masjid besar di Arab Saudi, termasuk Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.
“Al-Qur’an yang dicetak di sini menggunakan kertas super dengan kualitas terbaik. Hasil cetakannya digunakan di Masjid Nabawi dan juga Masjidil Haram. Jadi, Al-Qur’an yang sering kita lihat di dua masjid suci itu berasal dari percetakan ini,” jelasnya.
Lebih lanjut Barzan menambahkan, dalam kunjungan tersebut jamaah mendapatkan kesempatan melihat langsung proses produksi Al-Qur’an, mulai dari tahap awal hingga siap didistribusikan.
“Jamaah juga bisa melihat langsung bagaimana proses pencetakan Al-Qur’an. Bahkan setiap pengunjung mendapatkan hadiah Al-Qur’an juz 30 atau juz amma secara gratis. Ada yang mendapat satu hingga beberapa eksemplar,” tambahnya.
Selain itu, bagi jamaah yang ingin memiliki Al-Qur’an lengkap 30 juz, pihak percetakan juga menyediakan penjualan dengan berbagai pilihan ukuran.
“Untuk Al-Qur’an lengkap 30 juz tersedia untuk dibeli. Yang ukuran kecil harganya sekitar 25 riyal, sedangkan ukuran besar tentu lebih mahal. Ini menjadi kesempatan bagi jamaah untuk membawa pulang Al-Qur’an berkualitas dari Madinah,” pungkasnya. (zid/fas)
.jpeg)