Leces, Lensaupdate.com – Momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU dimanfaatkan sebagai penguatan komitmen terhadap isu perempuan dan anak melalui pengukuhan LKP3A (Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak) di Kabupaten Probolinggo, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo ini dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai wilayah. Selain pengukuhan, kegiatan juga diisi dengan pelatihan advokasi dan hukum guna meningkatkan kapasitas kader dalam menangani berbagai persoalan perempuan dan anak.
Pengukuhan LKP3A ini dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ dan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Sofia menegaskan kehadiran LKP3A merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran organisasi dalam memberikan perlindungan dan pendampingan.
“LKP3A bukan sekadar lembaga, tetapi ruang aman bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan, sekaligus wadah pemberdayaan agar mereka dapat bangkit dan berdaya,” ujarnya.
Menurut Sofia, tantangan yang dihadapi perempuan saat ini semakin kompleks, mulai dari kekerasan domestik hingga ketidakadilan sosial. Oleh karena itu, penguatan kapasitas advokasi menjadi hal penting agar kader Fatayat NU mampu hadir sebagai pendamping yang responsif dan solutif di tengah masyarakat.
“Melalui momentum Harlah Fatayat NU ini, kami mengajak seluruh elemen untuk terus bersinergi dalam memperjuangkan keadilan gender dan perlindungan hak anak. Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga dan masyarakat yang lebih kuat,” jelasnya.
Sementara Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani'ah Fahmi AHZ menyampaikan pengukuhan LKP3A menjadi tonggak penting dalam pengabdian terhadap masyarakat.
“Hari ini adalah tonggak sejarah baru bagi pengabdian kita di Kabupaten Probolinggo. Saya ucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan pengurus LKP3A Fatayat NU Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Ning Hani menegaskan LKP3A harus menjadi garda terdepan dalam menjawab berbagai persoalan perempuan dan anak, serta tidak berhenti pada seremoni semata. “Jangan berhenti di seremonial. Setelah ini, kerja nyata telah menanti. Saya berharap LKP3A proaktif jemput bola hingga ke tingkat ranting di desa-desa,” pungkasnya. (mel/fas)
