Gapoktan Maron Gelar Pelatihan Pembuatan POC, Dorong Pertanian Hemat dan Ramah Lingkungan


Maron, Lensaupdate.com - Paguyuban Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai upaya mendukung pertanian ramah lingkungan sekaligus menekan biaya produksi petani, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Desa Ganting Wetan Kecamatan Maron ini diikuti seluruh Kelompok Tani (Poktan) se-Kecamatan Maron, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), unsur Polsek, Koramil hingga Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan.

Pelatihan dipandu langsung oleh Petugas POPT Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Ika Ratmawati. Kegiatan tersebut menjadi solusi alternatif di tengah tingginya harga pupuk dan pestisida kimia yang membebani petani.

Dalam pelatihan itu, peserta diajarkan cara membuat POC menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan seperti air cucian beras, air kelapa, EM4, tetes tebu, sereh, laos, temulawak, akar bambu, telur dan tape. Seluruh bahan difermentasi selama 14 hari sebelum digunakan pada tanaman melalui metode semprot maupun kocor.

Ketua Gapoktan Kecamatan Maron Usman mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk upaya petani untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih mandiri dan ekonomis.

“Kami membutuhkan solusi agar petani tetap bisa berproduksi tanpa tergantung pada pupuk dan pestisida kimia yang harganya semakin mahal. Karena itu kami meminta pendampingan agar petani bisa belajar dan mempraktikkan sendiri,” ujarnya.

Usman menambahkan bahan pembuatan POC sangat mudah diperoleh di lingkungan sekitar sehingga dapat dipraktikkan secara mandiri oleh para petani.

“Setelah dipraktikkan, ternyata bahan-bahannya sangat mudah didapat di sekitar kita. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda rutin kelompok tani,” tambahnya.

Sementara Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Maron Shanti Ning Tyastuti mengapresiasi semangat petani dalam mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, penggunaan bahan lokal menjadi langkah penting menuju pertanian berkelanjutan.

“Petani tetap bisa produktif tanpa merusak lingkungan. Kami berharap keterampilan ini diterapkan secara konsisten sehingga ketergantungan pada pupuk sintetis yang mahal dapat dikurangi,” katanya.

Melalui pelatihan ini, Paguyuban Gapoktan Maron diharapkan mampu meningkatkan kemandirian petani sekaligus mendorong terciptanya sistem pertanian sehat, hemat dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Maron. (ren/zid)